<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ismail Marzuki</title>
	<atom:link href="http://ismailmarzuki.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com</link>
	<description>Buka Mata, Buka Telinga, Buka Hati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2009 04:08:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ismailmarzuki.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6f3a19c27449bb27df0be30d3c569e21?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ismail Marzuki</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title></title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/09/17/449/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/09/17/449/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 04:08:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dari Halaman Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/09/17/449/</guid>
		<description><![CDATA[       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=449&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br />
<a href='http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/09/17/449/lebaran-02-2/' title='lebaran-02'><img width="150" height="112" src="http://ismailmarzuki.files.wordpress.com/2009/09/lebaran-022.jpg?w=150&#038;h=112" class="attachment-thumbnail" alt="" title="lebaran-02" /></a>

  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/449/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/449/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/449/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=449&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/09/17/449/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati Yang Sakit</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/06/19/hati-yang-sakit/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/06/19/hati-yang-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 06:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekreasi Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Saat tubuh kita mengalami kondisi yang berbeda dengan keadaan yang seharusnya, kita dengan mudah mendeteksi adanya suatu penyakit.

Ketika kita sakit, lidah rasanya pahit&#8230;rasa makanan yang menurut orang sehat manis tapi di lidah orang sakit terasa pahit atau asam. Kadang disertai pening, nafas tidak teratur, lambung perih tidak nafsu makan, dan keadaann lain yang membedakan kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=443&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat tubuh kita mengalami kondisi yang berbeda dengan keadaan yang seharusnya, kita dengan mudah mendeteksi adanya suatu penyakit.</p>
<p><span id="more-443"></span></p>
<p>Ketika kita sakit, lidah rasanya pahit&#8230;rasa makanan yang menurut orang sehat manis tapi di lidah orang sakit terasa pahit atau asam. Kadang disertai pening, nafas tidak teratur, lambung perih tidak nafsu makan, dan keadaann lain yang membedakan kita dengan orang sehat.</p>
<p>Itu semua gambaran ketika yang mengalami sakit adalah fisik kita. Lalu, bagaimana jika hati yang sakit? Dapatkah kita mengetahui hati kita sedang sakit? Mengetahui kesehatan hati merupakan hal penting karena hati yang sakit dapat menghambat kita dalam melakukan kebaikan.</p>
<p>Ada dua hal yang membedakan hati yang sakit dengan hati yang sehat, yaitu Cara Pandang dan Iradah. Seseorang yang hatinya sakit memiliki cara pandang berbeda dengan yang hatinya sehat. Yang hatinya sakit tidak mampu membedakan antara kebenaran dengan kebatilan, yang baik dan yang jahat. Seseorang yang hatinya sakit memandang sama kebaikan dengan kejahatan karena hatinya sudah tidak mampu membedakan yang putih dan yang hitam. Seseorang yang hatinya sakit mempunyai iradah yang cenderung untuk melakukan kebatilan, dorongan hati yang sakit mengarahkan kepada perbuatan yang salah, sedangkan perbuatan yang baik dijauhkan.</p>
<p>Kita diagnosa diri kita masing-masing…adakah dua hal tersebut pada diri kita sekarang?<br />
Wallahu’alam bish showab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/443/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/443/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/443/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=443&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/06/19/hati-yang-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita dan Sifat Arogan</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/06/19/kita-dan-sifat-arogan/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/06/19/kita-dan-sifat-arogan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 06:37:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekreasi Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Arogan…suatu kata yang kembali akrab di tengah masyarakat, terutama setelah adanya dugaan penganiayaan oleh pengendara moge kepada seorang pengemudi mobil di Puncak. Setiap orang, siapapun juga pasti tidak ingin menjai korban arogansi orang lain.

Arogan, dalam bahasa inggeris “ARROGANT” berarti congkak, sombong, angkuh (ks), “ARROGANCE” berarti kecongkakan, kesombongan, keangkuhan (kb). Sifat sombong sebenarnya bisa hinggap pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=440&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Arogan…suatu kata yang kembali akrab di tengah masyarakat, terutama setelah adanya dugaan penganiayaan oleh pengendara moge kepada seorang pengemudi mobil di Puncak. Setiap orang, siapapun juga pasti tidak ingin menjai korban arogansi orang lain.</p>
<p><span id="more-440"></span></p>
<p>Arogan, dalam bahasa inggeris “ARROGANT” berarti congkak, sombong, angkuh (ks), “ARROGANCE” berarti kecongkakan, kesombongan, keangkuhan (kb). Sifat sombong sebenarnya bisa hinggap pada siapa saja.</p>
<p>Seorang pejabat, dapat dihinggapi sifat sombong karena kekuasaan yang dimilikinya. Seorang yang kaya harta bersifat sombong karena dengan kekayaan yang dimiliki yakin dapat membeli apapun juga. Seorang yang berwajah ganteng atau cantik, bisa sombong karena wajahnya.</p>
<p>Ada dua kriteria orang yang sombong yaitu (1) menolak kebenaran; dan (2) meremehkan orang lain. Seorang pengendara moge bisa sombong karena dengan kebesaran motornya meremehkan motor orang lain. Seorang pelaku kesesatan beragama juga masuk kategori sombong ketika ia menolak kebenaran yang ada. Seorang pejabat berlaku sombong tatkala ia meremehkan rakyatnya</p>
<p>Kita sering melekatkan sifat arogan atau sombong itu hanya pada orang kaya atau pejabat atau orang yang berkuasa. Padahal sifat sombong itu juga melekat pada orang miskin, pada rakyat jelata. Perhatikan ketika kita sedang berada di jalan raya. Kendaraan angkutan umum dengan seenaknya menyalip kendaraan lain, menerabas lampu merah atau berhenti bukan pada tempatnya, bahkan “ngetem” (menunggu penumpang) di tikungan jalan jelas sangat mengganggu orang lain. Bukankah sikap pengemudi kendaraan umum tersebut didasari oleh sifat meremehkan orang lain dan menolak kebenaran (hukum lalu lintas)? Lihat juga ketika ada penumpang mobil pribadi yang membuang sampah ke jalan raya, bukankah itu cermin dari meremehkan orang lain? Semoga kita dapat selalu mawas diri, tidak menolak kebenaran dan tidak meremehkan orang lain.</p>
<p>Wallahu ‘alam bish showab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=440&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/06/19/kita-dan-sifat-arogan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencari-cari Alasan Agar Tidak Sholat Subuh di Masjid</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/02/21/mencari-cari-alasan-agar-tidak-sholat-subuh-di-masjid/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/02/21/mencari-cari-alasan-agar-tidak-sholat-subuh-di-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Feb 2009 01:19:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekreasi Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=432</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya menunaikan shalat Jumat di suatu tempat di Jakarta. Ada yang menarik dari khutbah yang disampaikan oleh Khotib yang membuat saya berusaha mencari jawaban atas pernyataan Khotib. Khotib itu mengatakan bahwa &#8220;tidak ada alasan bagi kita untuk tidak sholat subuh berjamaah di masjid&#8221;. &#8220;Ketika waktu dzuhur dan ashar kita masih di tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=432&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Beberapa waktu lalu saya menunaikan shalat Jumat di suatu tempat di Jakarta. Ada yang menarik dari khutbah yang disampaikan oleh Khotib yang membuat saya berusaha mencari jawaban atas pernyataan Khotib. Khotib itu mengatakan bahwa <em>&#8220;tidak ada alasan bagi kita untuk tidak sholat subuh berjamaah di masjid&#8221;. &#8220;Ketika waktu dzuhur dan ashar kita masih di tempat kerja, sehingga dimaklumi jika tidak berjamaah di masjid dekat rumah kita. &#8220;Ketika maghrib kemungkinan masih di kantor atau sedang dalam perjalanan pulang, dan ketika Isya mungkin kita baru saja tiba di rumah sehingga tidak sempat ke masjid dekat rumah kita</em>&#8220;, demikian kata Khotib.<span id="more-432"></span></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat yang disampaikan khotib tersebut mengenai sholat subuh adalah kalimat dengan bahasa yang sangat sederhana yang dengan mudah dapat dicerna arti dan makna kalimatnya. Ucapan Khotib tersebut menjadi suatu perenungan yang cukup dalam bagi saya selepas sholat Jumat karena mungkin saja saya pernah mencari-cari alasan agar tidak sholat subuh berjamaah di masjid. Saya mencoba merenungi alasan-alasan yang biasa muncul tatkala seseorang tidak hadir sholat subuh di masjid. Alasan-alasan tersebut mungkin saja pernah hinggap pada diri saya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Manusia merupakan mahluk yang berakal. Akal inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Penggunaan akal yang tepat insya Allah akan mengantarkan kita pada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Penggunaan akal yang tepat adalah penggunaan yang tunduk pada dan berdasarkan hukum Allah. Seseorang yang melaksanakan kewajiban yang diperintahkan Allah berarti telah menggunakan akalnya secara tepat. Akan tetapi terkadang akal juga digunakan untuk mencari-cari celah agar manusia &#8220;terhindar&#8221; dari suatu kewajiban sehingga munculah sikap &#8220;akal-akalan&#8221; yaitu mencari sebab-sebab yang dibuat sedemikian rupa sehingga seakan-akan sebab-sebab itu adalah sebab yang sah dan dapat diterima.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Marilah kita bawa akal kita untuk memikirkan sesuatu yang telah Allah janjikan kebaikan kepada kita mengenai sholat subuh. Ada beberapa keistimewaan sholat subuh, lalu kemudian bandingkanlah keistimewaan sholat subuh dengan hal-hal lain yang dijadikan alasan sehingga kita tidak tidak sholat subuh.  Keistimewaan sholat subuh, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p>1. Pahala sholat malam satu malam penuh</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Dari Utsman bin Affan <em>radhiyallahu &#8216;anhu </em>berkata: Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Barangsiapa yang sholat Isya berjamaah maka seakan-akan dia telah sholat setengah malam. Dan barangsiapa sholat Subuh berjamaah (atau dengan sholat Isya, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi) maka seakan-akan dia telah melaksanakan sholat malam satu malam penuh [HR Muslim]</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p>2.  Sumber cahaya di hari kiamat</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Dari Buraidah Al-Aslami <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> berkata: Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.&#8221; [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah]</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p>3. Surga yang dijanjikan</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abu Musa Al-Asy&#8217;ari <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berdabda: &#8220;Barangsiapa yang sholat dua waktu yang dingin maka akan masuk surge&#8221; [HR Bukhari]. Dalam Fath Al-Bari disebutkan bahwa yang dimaksud dengan sholat dua waktu dingin adalah sholat Subuh dan sholat Ashar. Disebut dingin karena dua sholat tersebut terletak pada ujung hari (pagi dan sore), saat yang sejuk dan panas matahari tidak lagi terik.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Itulah antara lain keistimewaan sholat subuh berjamaah. Suatu keistimewaan yang tidak akan mungkin dapat tergantikan dengan hal-hal yanga ada di dunia ini.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Lalu, mengapa masih enggan ke masjid untuk sholat subuh? Memang benar sholat subuh berjamaah merupakan ujian berat bagi kita. Sebagai orang yang beriman kita pasti akan selalu menghadapi ujian dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah dan kita harus menghadapi ujian tersebut dengan tegar. Sholat subuh berjamaah di masjid merupakan ujian juga bagi kita, apakah kita akan tetap terbaring menikmati kasur empuk dan selimut hangat di pagi hari atau segera berangkat ke masjid. Akan selalu ada hambatan internal untuk datang ke masjid jika kita tidak niatkan dengan ikhlas untuk sholat subuh di masjid.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Alasan yang paling sering digunakan agar &#8220;terhindar&#8221; dari sholat subuh berjamaah di masjid adalah tidur. Memang benar, tidur merupakan satu uzur yang dimungkinkan bagi seseorang untuk tidak melaksanakan sholat tepat pada waktunya. Dari &#8216;Aisyah Radhiyallahu &#8216;anha bahwa Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Pena diangkat dari tiga orang (malaikat tidak mencatat apa-apa dari tiga orang), yaitu: orang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia dewasa, dan orang gila hingga ia berakal normal atau sembuh</em>.&#8221; [Riwayat Ahmad dan Imam Empat kecuali Tirmidzi. Hadits shahih menurut Hakim. Ibnu Hibban juga mengeluarkan hadits ini].  </p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengambil dalil dari hadits tersebut memang benar ada pengecualian atau dispensasi bagi orang yang tidur, tetapi jika setiap hari kita tidak sholat subuh berjamaah dengan alasan tidur, apakah kita sudah termasuk orang-orang yang menggunakan akalnya dengan baik? Yang namanya dispensasi tentunya hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu. Misalnya seorang pegawai diberikan dispensasi untuk terlambat masuk kantor pada satu hari karena pegawai tersebut terlambat bangun tidur. Inilah yang disebut dispensasi karena niat awalnya pegawai tersebut memang ingin bekerja dengan baik hanya saja ia terhalang masuk tepat waktu. Akan tetapi jika sang pegawai setiap hari meminta dispensasi dengan alasan terlambat bangun, apakah ini dapat dibenarkan? Yang mungkin terjadi adalah karir pegawai tersebut &#8220;mentok&#8221; atau yang paling pahit adalah dipecat karena ia telah melalaikan kewajibannya selaku pegawai. Bagaimana dengan sholat? Kita tentu ingat ada satu ayat mengenai orang yang lalai dalam sholat: &#8220;<em>Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya&#8221;,</em> [QS Al-Maa'uun:4-5]</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Bagi yang akan pergi ke luar kota atau ke luar negeri menggunakan pesawat udara diwajibkan untuk hadir tepat waktu, karena jika terlambat datang ke bandara maka kita akan ketinggalan pesawat. Dalam kasus pesawat tersebut, dapatkah kita menggunakan alasan bahwa kita terlambat karena ketiduran?</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Bagi seorang pegawai, swasta maupun negeri, terlebih lagi pegawai di instansi kemiliteran, dituntut untuk hadir di tempat tugasnya sesuai dengan waktu yang ditentukan. Seorang tentara, misalnya wajib apel pagi  setiap jam 7 pagi di markasnya. Demikian juga pegawai negeri yang sekarang menggunakan absensi sidik jari wajib datang tepat waktu. Beranikah seorang anggota militer mengatakan kepada komandannya bahwa ia minta dispensasi tidak ikut apel karena selalu terlambat bangun? Kewajiban apel pagi bagi tentara atau hadir tepat waktu bagi pegawai tersebut adalah kewajiban yang dibuat berdasarkan aturan manusia. Untuk  aturan yang dibuat manusia kita bisa taat, lalu kenapa untuk aturan yang dibuat Allah kita lalai? Berapa rupiahkah janji manusia yang akan kita terima pada tanggal gajian? Bandingkanlah dengan janji Allah yang akan kita peroleh jika kita rajin sholat subuh berjamaah. Jika kita menggunakan akal kita dengan benar, maka kita tidak akan melalaikan sholat subuh kita.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Kita sering menyaksikan di stasiun kereta dan di terminal bus banyak orang berkerumun berdesakan untuk cepat-cepat tiba di tempat kerja, untuk mengejar sesuatu yang bersifat duniawi dan sementara. Seandainya semangat tersebut kita gunakan juga dalam hal beribadah kepada Allah, maka akan kita saksikan betapa &#8220;ramainya&#8221; masjid pada waktu subuh. Masih ingatkah kita pada suasana hari pertama sholat subuh pada bulan Ramadhan? Subhanallah, betapa terharunya hati ini menyaksikan dan mengalami keindahan sholat subuh berjamaah pada hari pertama Ramadhan. Mampukah kita mempertahankan hal-hal baik di bulan Ramadhan itu?</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Faktor ketiduran sebagai penyebab kita tidak sholat subuh berjamah di masjid dapat kita hilangkan setidaknya kita kurangi karena di zaman modern ini banyak sarana untuk bangun tidur tepat waktu. Jam weker sekarang ini dijual dengan harga cukup murah, bahkan cuma seharga dua atau tiga bungkus rokok. Handphone sekarang ini sudah dilengkapi dengan alarm pengatur waktu. Masjid saat ini sudah dilengkapi loudspeaker untuk mengumandangkan adzan. Setidaknya tiga sarana tersebut dapat digunakan untuk membangunkan kita untuk sholat subuh berjamaah sehingga alasan ketiduran setiap hari tidak dapat diterima.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Alasan lain yang digunakan oleh sebagian dari kita untuk mendukung faktor ketiduran adalah masalah kelelahan. Yang menggunakan alasan ini seakan berkata, &#8220;<em>Saat jam weker berbunyi saya bangun, tapi mata saya masih berat karena saya lelah kerja sampai malam</em>&#8220;. Kerja lembur memang suatu kenyataan di tengah-tengah kita, tetapi sulitkah menyediakan waktu sekitar 20 menit untuk sholat subuh berjamaah di masjid? Mengapa kita biarkan keistimewaan sholat subuh berjamaah lenyap hanya karena takut kehilangan 20 menit di tempat tidur?</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Alasan lain bagi yang tidak sholat subuh di masjid adalah karena ia sholat di rumah bersama istri dan anaknya. Alasan tersebut tidak tepat karena sholat di rumah adalah sholat yang dianjurkan bagi perempuan sedangkan bagi laki-laki sholatnya di masjid. Dari Buraidah Al-Aslami <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em> berkata: <em>Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.</em>&#8221; [HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah]. Apabila ada orang tua yang beralasan bahwa sholat di rumah untuk mengajarkan anak-anaknya rajin sholat, maka cara tersebut tidak tepat karena tidak membiasakan anak untuk sholat di masjid sehingga dengan demikian dari generasi ke generasi dari keluarga tersebut hanya akan sholat di rumah.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Setiap orang memiliki beban untuk menjadi teladan bagi orang lain. Seorang ayah mempunyai beban untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Jika seorang ayah malas sholat subuh berjamaah, akan sulit bagi sang ayah untuk meminta anaknya ke masjid. Kadang-kadang kita sebagai seorang ayah hanya menginginkan buah yang baik tanpa pernah berusaha untuk memelihara pohon dengan pupuk dan perawatan yang baik. Seorang ayah adalah panutan bagi anaknya. Seorang pemimpin, baik pemimpin formal maupun informal, baik organisasi sosial terlebih lagi organisasi agama mempunyai beban menjadi teladan bagi orang yang dipimpinnya.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan sholat subuh, marilah kita simak hadits Rasulullah  shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu &#8216;anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah sholallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda: &#8220;<em>Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya niscaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh, aku ingin menyuruh melaksankan sholat, lalu sholat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan orang lain untuk sholat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri sholat berjamaah sehingga aku bakar rumah mereka&#8221;</em>[HR Bukhari- Muslim].</p>
<p style="text-align:justify;"> Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu&#8217;alam bish showab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/432/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/432/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/432/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=432&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/02/21/mencari-cari-alasan-agar-tidak-sholat-subuh-di-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengumuman Hasil Ujian Profesi Advokat Peradi</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/31/hasil-ujian-advokat-peradi/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/31/hasil-ujian-advokat-peradi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 07:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[Hasil Ujian Profesi Advokat Peradi yang diselenggarakan tanggal 6 Desember 2008, telah diumumkan pada hari ini 31 Januari 2009. Bagi yang ingin mengetatahui, silakan klik disini. Selamat kepada rekan-rekan yang berhasil lulus, semoga menjadi Advokat yang benar-benar menjunjung tinggi hukum, keadilan dan kebenaran. Bagi yang belum berhasil, Insya Allah masih akan ada kesempatan di waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=400&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Hasil Ujian Profesi Advokat Peradi yang diselenggarakan tanggal 6 Desember 2008, telah diumumkan pada hari ini 31 Januari 2009. Bagi yang ingin mengetatahui, silakan klik <a href="http://www.peradi.or.id/in/detail.viewer.php?catid=69218e42e3064b6004b7191b917b4913"><strong>disini</strong>.</a> Selamat kepada rekan-rekan yang berhasil lulus, semoga menjadi Advokat yang benar-benar menjunjung tinggi hukum, keadilan dan kebenaran. Bagi yang belum berhasil, Insya Allah masih akan ada kesempatan di waktu yang akan datang dan tetap semangat.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/400/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/400/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/400/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=400&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/31/hasil-ujian-advokat-peradi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>VALENTINE’S DAY, BERHALA BERSELIMUT CINTA MERAH JAMBU</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/31/valentine%e2%80%99s-day-berhala-berselimut-cinta-merah-jambu/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/31/valentine%e2%80%99s-day-berhala-berselimut-cinta-merah-jambu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 02:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zikrullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Siapakah orang yang tidak bahagia ketika dirinya dicintai dan disayangi oleh orang lain? Hati berbunga-bunga, jiwa terasa terbang melayang ke langit tertinggi tatkala ucapan kasih sayang cinta asmara hinggap di pendengaran seseorang dari orang yang sangat diharapkan. Ketika kata-kata cinta menyelusup lembut ke hati seseorang, hanya keindahan yang tampak dihadapannya, dunia seakan tersenyum untuk mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=415&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Siapakah orang yang tidak bahagia ketika dirinya dicintai dan disayangi oleh orang lain? Hati berbunga-bunga, jiwa terasa terbang melayang ke langit tertinggi tatkala ucapan kasih sayang cinta asmara hinggap di pendengaran seseorang dari orang yang sangat diharapkan. <span id="more-415"></span>Ketika kata-kata cinta menyelusup lembut ke hati seseorang, hanya keindahan yang tampak dihadapannya, dunia seakan tersenyum untuk mereka berdua, hujan bukanlah halangan tapi penambah kesejukan, panas matahari bukanlah hambatan tapi penghangat hati keduanya, gulita malam bukanlah sesuatu yang menakutkan tetapi bagian dari panorama alam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"></div>
<p><span style="font-size:14pt;color:#c00000;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Demikianlah gambaran ketika panah asmara menghujam masuk ke dalam lubuk sanubari seseorang terutama bagi jiwa-jiwa muda yang masih dalam tahap pencarian identitas diri, mencari sesuatu yang baru dari luar dirinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Cinta bukanlah hal tabu dalam Islam. Cinta menjadi sesuatu yang terlarang ketika cinta ditempatkan secara salah dalam bingkai kemaksiatan. Tidak ada yang salah ketika seseorang jatuh cinta kepada lawan jenisnya sepanjang perasaan cintanya disalurkan dengan cara-cara yang benar dan cintanya kepada lawan jenisnya tidak melebihi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Pemuda yang mencintai pemudi dapat mewujudkan rasa cintanya tersebut pada ikatan pernikahan sepanjang syarat-syaratnya telah terpenuhi. Islam tidak mengenal pacaran karena dalam pacaran, terlebih pada masa sekarang, tersimpan berjuta jurang kemaksiatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Temperatur cinta dikalangan jiwa muda biasanya memanas menjelang dan pada saat tanggal 14 Februari, yang dikenal dengan Valentine’s Day, Hari Kasih Sayang. Bagaikan sebuah hari raya, jauh-jauh hari para pasangan mempersiapkan dan menanti-nanti datangnya Valentine’s Day. Atmosfer warnapun berubah menjadi seragam pada tanggal 14 Februari. Warna merah jambu atau pink menjadi warna ‘wajib” bagi para pasangan yang merayakan Valentine’s Day. Hampir semua barang yang melekat ditubuhnya berwarna merah jambu, bahkan hiasan makananpun berwarna merah jambu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Pada masa kini, ketika tanggal 14 Februari digunakan oleh para pasangan pencinta untuk mengungkapkan perasaan cintanya kepada pasangannya masing-masing. Ungkapan cinta yang muncul adalah ungkapan cinta asmara. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Bagi muslim, turut serta terlibat dalam Valentine’s Day merupakan suatu kesalahan dan mengindikasikan ketidakmengertian akan makna cinta dan asal muasal Valentine’s Day itu sendiri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Makna cinta seharusnya tidak hanya kata-kata manis yang terucap dari bibir seseorang saat Valentine’s Day, tetapi makna cinta lebih dalam dari itu semua. Cinta bukanlah sesuatu yang hanya muncul dalam seremonial, cinta harus selalu ada setiap saat pada setiap orang. Ungkapan cinta tidak hanya berupa ucapan verbal tetapi seharusnya terwujud dalam suatu bentuk yang melekat dalam tindakan keseharian. Cinta seorang suami terhadap isterinya adalah cinta yang melekat terus menerus yang tidak hanya terbatas dalam bentuk ucapan lisan atau bentuk-bentuk materi seremonial seperti kado di hari Valentine. Seorang suami baru pantas dikatakan mencintai isterinya apabila sang suami “selalu dirasakan kehadirannya” disisi isterinya setiap saat, menjadi pelindung setia yang siap menjaga hati isterinya dari segala macam kegundahan. Dapat terjadi bahwa isteri merasakan ketidakhadiran suami meskipun secara fisik sang suami ada di sisinya, sehingga dalam keadaan demikian sang suami perlu untuk menyegarkan kembali cintanya. Cinta dapat berarti juga kebersamaan baik berupa fisik ataupun hati. Ungkapan cinta dapat terwujud setiap hari tatkala suami dan isteri mampu bersama-sama mengisi kehidupan dalam rumah tangganya.<span> </span>Cinta terasa ada tatkala isteri benar-benar merasakan kehadiran suami dihatinya dan suami benar-benar merasakan kesejukan dan kelembutan perhatian sang isteri bagi suaminya. Jika demikian, masihkan kita memerlukan Valentine’s Day untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayang? Mana yang lebih bermakna ungkapan cinta setiap hari melalui perbuatan atau hanya setahun sekali dengan sekadar ucapan?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Para remaja harus pula menyadari bahwa kasih sayang tidak hanya semata-mata dalam wujud cinta asmara yang berujung pada pacaran. Kasih sayang sebagai fitrah manusia harus disalurkan dengan benar, seperti misalnya saling mengasihi sesama muslim, mengasihi ayah dan bunda, mengasihi adik dan kakak, gemar menolong orang lain dan berbagai macam perbuatan baik lainnya yang didasarkan perasaan kasih sayang tanpa embel-embel asmara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Bolehkah merayakan Valentine’s Day?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Sebelum membahas hukum Valentine’s Day, perlu diketahui terlebih dahulu sejarah dari Valentine’S Day.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;color:#c00000;">Sejarah Valentine’s Day</span></strong><strong><span style="font-size:14pt;line-height:115%;color:#c00000;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;color:#c00000;">The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;color:#c00000;">“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine&#8217;s Day probably came from a combination of all three of those sources&#8211;plus the belief that spring is a time for lovers.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;color:#c00000;">Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;color:#c00000;">Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).</span></p>
<p><span style="font-size:14pt;line-height:115%;font-family:&quot;color:#c00000;">The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya. </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;color:#c00000;">Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998). Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><strong><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Hukum Merayakan Valentine’s Day</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"></div>
<p><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.</p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Setelah mengetahui sejarah dan hukum merayakan Valentine’s Day, masih layakkah jika seorang muslim merayakannya? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Sayang sekali, sebagian besar remaja muslim belum menyadari persoalan yang sebenarnya dari Valentine’s Day ini dan hanyut terbawa oleh suasana, terlebih lagi industri hiburan dan media berlomba-lomba memperomosikan kegiatan Valentine’s Day. Dengan dalih saling berkasih sayang, remaja muslim telah terperosok pada jurang kemaksiatan. Bukan hal yang aneh jika dalam perayaan Valentine’s Day akan terjadi saling sentuhan fisik meskipun mereka belum terikat tali pernikahan, dan semuanya dilakukan atas dasar kasih sayang dan perwujudan cinta.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Valentine’s Day telah menjadi dasar hukum baru bagi ungkapan cinta dan kasih sayang, seakan-akan dalam Valentine’s Day semua hal bisa dilakukan. Dengan dalih Valentine’s Day sepasang laki-laki dan perempuan yang tidak terikat pernikahan merasa sah berpelukan, berciuman bahkan berhubungan layaknya suami isteri. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Semua aturan dan larangan agama seakan boleh dilanggar demi hari kasih sayang atau Valentine’s Day, sehingga Valentine’S Day ditempatkan melebihi ajaran agama. Valentine’s Day telah menjadi berhala bagi para pemujanya, ditempatkan sebagai sesuatu yang tidak terbantahkan dan harus ada setiap tahun. Vaelntine’s Day menjadi berhala, tetapi pemujanyan tidak menyadarinya karena sang berhala berselimutkan sosok cinta berwarma merah jambu sehingga terlihat indah dan romantis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Sejarah Valentine’s Day penuh dengan cerita kemaksiatan dan bersumber dari sejarah Nasrani. Sebagai muslim seharusnya kita bangga dengan hari raya kita sendiri. Sebagai muslim kita dapat menghadirkan cinta dan kasih sayang setiap hari. Cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah </span><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</span><span style="font-size:14pt;color:#c00000;"> harus ada pada setiap tarikan nafas kita. Cinta kepada suami atau isteri, cinta kepada anak, saling berkasih sayang kepada teman dapat kita lakukan setiap saat tanpa harus menunggu Valentine’s Day. Islam mengajarkan bagaimana sebaiknya membina hubungan sesama manusia tanpa harus melanggar aturan agama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<div class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"></div>
<p><span style="font-size:14pt;color:#c00000;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">Wallahu’alam bish showab</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;">
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span style="font-size:14pt;color:#c00000;">(sumber dan bahan bacaan antara lain: www.Alsofwah.or.id; www.Almanhaj.or.id; Kitab Fatwa-Fatwa Terkini, edisi Indonesia, Jilid 2, Penerbit Darul Haq)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/415/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/415/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/415/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=415&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/31/valentine%e2%80%99s-day-berhala-berselimut-cinta-merah-jambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencetak Jagoan, Menggapai Puncak Prestasi</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/24/mencetak-jagoan-menggapai-puncak-prestasi/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/24/mencetak-jagoan-menggapai-puncak-prestasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 10:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekreasi Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=394</guid>
		<description><![CDATA[Jagoan, berasal dari kata &#8220;Jago&#8221; nama jenis hewan ayam berkelamin laki-laki. Kata jagoan biasanya digunakan untuk menunjukkan kehebatan seseorang dalam suatu bidang. Pada era &#8220;jadul&#8221; (jaman dulu), kata jagoan identik dengan laki-laki berkumis, bertampang angker, dengan golok dipinggang siap melibas lawan yang malang melintang dihadapannya. Tapi itu jadul. Kalau sekarang istilah jagoan tidak lagi berhubungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=394&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jagoan, berasal dari kata &#8220;Jago&#8221; nama jenis hewan ayam berkelamin laki-laki. Kata jagoan biasanya digunakan untuk menunjukkan kehebatan seseorang dalam suatu bidang. Pada era &#8220;jadul&#8221; (jaman dulu), kata jagoan identik dengan laki-laki berkumis, bertampang angker, dengan golok dipinggang siap melibas lawan yang malang melintang dihadapannya. <span id="more-394"></span>Tapi itu jadul. Kalau sekarang istilah jagoan tidak lagi berhubungan dengan soal golok menggolok, kumis mengkumis atau libas melibas.</p>
<p style="text-align:justify;">Diera informasi canggih seperti sekarang ini, jagoan lebih layak disematkan pada setiap orang yang memiliki prestasi pada bidangnya masing-masing. Ada jagoan fisika, karena dia memang jago dan menjuarai olimpiade fisika. Ada jagoan bulutangkis, karena dia sering menjuarai turnamen bulutangkis seperti Taufik Hidayat. Ada jagoan nyanyi, karena dia sering jadi juara nyanyi atau lomba sejenis Indonesian idol, dan berbagai macam jenis prestasi lainnya yang layak menyandang gelar jagoan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua prestasi yang disebutkan di atas merupakan hasil dari suatu jerih payah yang dimulai dari nol hingga seseorang mencapai prestasi jagoan. Tidak ada suatu prestasi yang dapat dicapai hanya dengan berangan-angan saja. Tidak ada keberhasilan yang dapat diraih hanya dengan duduk manis menanti datangnya keajaiban. Seseorang boleh-boleh saja memiliki angan-angan, mimpi dan keinginan, tetapi tidak boleh berhenti sampai disitu saja. Semua harus dicapai dengan perjuangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kita pernah melihat acara pencarian bakat di televisi sejenis idola cilik dan sebagainya,  kita dapat saksikan betapa semangatnya para orang tua peserta dalam memberikan dukungan kepada putra putrinya. Hal ini wajar-wajar saja, karena orang tua menginginkan anaknya menjadi jagoan. Demikian juga dalam bidang prestasi sekolah, orang tua berduyun-duyun mendaftarkan anak-anaknya mengikuti les matematika, bahasa inggris, bahkan les musik dan tari. Semua itu tidak ada yang salah, wajar dan manusiawi karena setiap orang tua ingin mencetak jagoan.</p>
<p style="text-align:justify;">Prestasi demi prestasi yang berhasil atau diraih anak-anak kita selama ini hanyalah salah satu bagian dari prestasi yang lebih besar, prestasi sebagai seorang muslim. Dari sekian jenis prestasi, ada puncak prestasi yang seharusnya kita persiapkan sejak dini bagi anak-anak kita. Puncak prestasi tersebut juga pernah disiapkan kedua orang tua kita untuk kita, dan saat ini kita persiapkan anak-anak kita untuk mencapai puncak prestasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa itu puncak prestasi? Juara kelas-kah? Juara menyanyi? Atau juara olahraga?</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan, puncak prestasi seorang muslim bukan terletak pada pencapaian urusan dunia semata-mata. Puncak prestasi seorang muslim adalah apabila telah mencapai derajat taqwa dimata Allah. <em>Lhoooo&#8230;kenapa urusan prestasi dibawa-bawa ke masalah taqwa</em>? Apa hubungannya? Begitu kira-kira pertanyaan yang mungkin timbul. Atau bisa jadi ada sebagian yang beranggapan bahwa urusan prestasi dalam hidup hanyalah urusan duniawi semata.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau menggunakan cara berpikir ala barat, memang benar, urusan prestasi dunia tidak ada hubungannya dengan masalah taqwa, masalah akhirat atau masalah agama. Kita mengenal cara berpikir ala barat tersebut sebagai cara berpikir sekuler, yaitu memisahkan urusan dunia dengan urusan agama atau akhirat. Sebagai muslim, urusan dunia tidak dapat dipisahkan dengan urusan agama. Mau bukti bahwa urusan dunia berkaitan dengan agama? Contohnya: urusan mati bagi manusia secara medis berarti berhentinya seluruh fungsi tubuh. Jika semata-mata berpegang pada dunia, jika seseorang mati, maka biarkan saja mayatnya membusuk dimakan ulat, atau buang saja ke laut atau dibakar. Tetapi Islam mengajarkan kepada kita bagaimana memperlakukan mayat secara terhormat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali kepada masalah Puncak Prestasi sebagai muslim. Ganjaran bagi orang yang bertaqwa adalah surga, dan inilah hadiah atas puncak prestasi muslim.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehidupan di dunia hanya sementara, sedangkan kehidupan di akhirat kekal selama-lamanya. Setiap orang pasti akan mati, dan pasti akan memperoleh satu dari dua hal ini: Puncak Prestasi, yaitu surga atau Puncak Kegagalan, yaitu neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Cintakah kita kepada anak-anak kita? Jawabannya adalah &#8220;<em>ya&#8230;saya cinta anak-anak saya, saya cinta suami saya, saya cinta isteri saya, saya cinta keluarga saya</em>&#8220;.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau memang kita mencintai anak-anak kita, mencintai keluarga kita bekal apakah yang telah kita siapkan untuk mereka? Bekal apa yang dapat kita berikan agar anak-anak kita mencapai derajat taqwa dan memperoleh surga? Apakah kita cukup hanya dengan membekali anak-anak kita dengan pengetahuan umum duniawi lalu berharap anak-anak kita siap menjadi anak yang bertaqwa? Tidak mungkin.</p>
<p style="text-align:justify;">Agar anak-anak kita mampu mencapai derajat taqwa, kita harus mempersiapkan anak-anak kita dengan sungguh-sungguh dengan ilmu agama yang benar. Untuk mencapai derajat taqwa, seorang muslim harus menjalankan rukun Islam dan rukun iman. Bagaimana mungkin bisa menjalankan rukun-rukun tersebut jika anak-anak kita tidak memiliki ilmu agama yang baik? Jika untuk mencapai prestasi jagoan dalam bidang matematika seorang anak harus ikut les matematika, maka demikian pula halnya dengan ilmu agama. Agar jadi jagoan dalam ilmu agama seorang anak harus pula rajin dan tekun dalam menimba ilmu agama, baik melalui pendidikan formal ataupun non-formal.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus ingat, cita-cita menjadi dokter, insinyur, pilot, apalagi artis dan sebagainya adalah cita-cita sementara, sedangkan cita-cita yang kekal adalah cita-cita sukses di akhirat agar kita menjadi orang yang beruntung. Bagi muslim kriteria orang yang beruntung itu bukanlah dari segi duniawi, simak saja firman Allah: &#8220;<em>&#8230;Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung &#8230;&#8221; [QS Ali Imran:185].</em> Jadi manusia yang beruntung adalah manusia yang dimasukkan ke dalam surga, bukan manusia yang kaya raya, bukan manusia yang populer, bukan manusia yang menang kontes idola.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian dari muslim salah dalam membuat skala prioritas dalam kehidupan sehingga lebih mendahulukan dunia daripada akhirat. Simaklah firman Allah: <em>&#8220;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni&#8217;matan) duniawi..&#8221;[QS Al Qashash:77]</em>. Jadi, yang Allah perintahkan adalah mendahulukan kebahagiaan akhirat dan jangan melupakan dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Mumpung anak-anak kita masih di bawah pengawasan kita, kini saatnya berikan perhatian yang besar kepada mereka dalam hal ilmu agama. Banyak sarana yang dapat digunakan untuk memberikan bekal ilmu agama kepada anak-anak kita. Jika kita mampu mendidiknya sendiri, hal ini tentu lebih baik karena tugas mendidik anak adalah tanggung jawab orangtua, bukan tanggung jawab orang lain. Apabila ada keterbatasan ilmu dan waktu, maka kita dapat menitipkan anak-anak kita pada lembaga Taman Pendidikan Al-Qur&#8217;an yang berada dilingkungan kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam proses belajar mengajar di TPA ada beberapa komponen yang terlibat yaitu: guru, murid, orang tua, dan lingkungan sekitar. Guru dan murid terlibat langsung dalam proses belajar, lingkungan terlibat dalam memberikan pengaruh terhadap hasil proses pendidikan, sedangkan orang tua berperan pada dua sisi dalam pendidikan tersebut yaitu langsung dan tidak langsung.</p>
<p style="text-align:justify;">Peranan orang tua yang langsung bersentuhan dengan proses belajar adalah dalam hal memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap anak-anaknya dalam mengikuti pelajaran di TPA. Sebagian orang tua kadang menempatkan urusan TPA sebagai urutan nomor 3 dalam bidang pendidikan. Urutan pertama biasanya adalah sekolah formal (SD atau SMP), urutan kedua les-les (bahasa, matematika, musik) dan yang ketiga adalah TPA. Hal ini tentu sangat menyedihkan, mengingat ilmu agamalah yang akan mengantarkan anak-anak kita bahagia di dunia dan akhirat. Apalah artinya anak-anak kita sukses secara materi jika hatinya kosong dari keimanan kepada Allah. Apa gunanya anak kita mencapai juara kelas jika ternyata tidak mampu membaca Al-Qur&#8217;an. Apa manfaatnya anak kita pandai semua gerakan tari, jika ternyata tidak hafal gerakan sholat. Apa gunanya anak kita mampu menyanyi dengan baik, jika ternyata tidak hafal bacaan sholat. Anak adalah investasi akhirat kita. Suatu saat ketika kita wafat, doa anak yang sholeh yang akan membantu kita diakhirat.</p>
<p style="text-align:justify;">Marilah kita introspeksi diri, sudah sejauh mana kita selaku orang tua memberikan perhatian terhadap pendidikan anak-anak kita di TPA. Jika setiap hari saat anak kita pulang sekolah, kita pasti bertanya: &#8220;<em>nak ..apakah ada PR matematika?&#8221;</em>. Pernahkah kita melakukan hal yang sama untuk urusan TPA? Pernahkah kita bertanya pada anak-anak kita tentang TPA-nya: &#8220;<em>nak..ada PR hadits hari ini?, ..nak, ada hafalan doa apa hari ini?&#8221; nak..sudah berapa surat Al-Qur&#8217;an yang kamu hafal?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sering kita begitu panik ketika anak-anak kita mendapat tugas PR dari sekolah umum yang belum dapat diselesaikan, sedangkan kita tenang-tenang saja saat anak kita ada PR dari TPA. <em>&#8220;Aaahh..cuma PR TPA, ga pengaruh sama UAN..&#8221;</em>. Kita panik ketika buku sekolah umum anak-anak kita hilang, tetapi kita tidak peduli dengan kitab Iqro anak-anak kita yang sudah sobek compang-camping. Apakah ini yang masih ada dibenak kita? Bahkan yang lebih menyedihkan jika TPA hanya dijadikan murni sebagai tempat penitipan anak: <em>&#8220;ya sudah sana pergi ke TPA&#8230;daripada di rumah berisik, mama mau tidur sore&#8230;!&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Usaha guru TPA dalam mendidik anak-anak kita tidak akan ada artinya jika tidak didukung oleh para orang tua murid. Bagaimanapun juga tanggung jawab pendidikan anak, ada pada masing-masing orang tua. Sekolah maupun TPA hanyalah sarana untuk mempermudah bagi orang tua untuk menjalankan tanggung jawabnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kerjasama yang baik antara TPA dan orang tua murid, maka bukan tidak mungkin, Insya Allah kita akan mampu mencetak jagoan-jagoan yang banyak, jagoan-jagoan yang mampu menggapai puncak prestasi. Kita dapat menjadikan TPA sebagai titik awal untuk memupuk anak-anak kita, melatih anak-anak kita untuk dapat menjadi jagoan yang mampu mencapai puncak prestasi yaitu Puncak Prestasi Muslim, menggapai derajat taqwa.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga, Allah memberikan kemudahan kepada seluruh orang tua dalam mendidik putera puterinya baik di rumah maupun melalui TPA dan Allah memberikan kesabaran kepada para guru agama Islam agar selalu istiqomah, dan semoga anak-anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah, menggapai derajat taqwa, amin.</p>
<p style="text-align:justify;">Wallahu &#8216;alam bish showab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/394/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/394/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/394/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=394&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2009/01/24/mencetak-jagoan-menggapai-puncak-prestasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pergantian Tahun dan Relevansi Perayaan Tahun Baru</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/31/perayaan-tahun-baru/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/31/perayaan-tahun-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 15:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan-Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[Dalam satu pekan ini, mulai 29 Desember 2008 sampai dengan 1 Januari 2009, suasana tahun baru sangat terasa. Maklum saja pada akhir Desember ini ada dua tahun baru yang berdekatan yaitu tahun baru hijriah dan tahun baru masehi.
Sebenarnya, sebagai suatu sistem penanggalan, tidak ada sesuatu yang aneh dengan pergantian tahun. Pergantian tahun merupakan hal yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=377&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Dalam satu pekan ini, mulai 29 Desember 2008 sampai dengan 1 Januari 2009, suasana tahun baru sangat terasa. Maklum saja pada akhir Desember ini ada dua tahun baru yang berdekatan yaitu tahun baru hijriah dan tahun baru masehi.<span id="more-377"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya, sebagai suatu sistem penanggalan, tidak ada sesuatu yang aneh dengan pergantian tahun. Pergantian tahun merupakan hal yang wajar, lumrah dan merupakan bagian dari hukum alam. Pergantian tahun bisa jadi merupakan sesuatu yang bermakna jika dijadikan sebagai sarana introspeksi diri bagi setiap orang, dijadikan sebagai sarana evaluasi atas kinerjanya selama setahun. Persoalannya adalah, apakah hingar bingar pergantian tahun tersebut bermakna evaluasi diri atau hanya sekadar hura-hura?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau pergantian tahun hanya dimaknai sebagai bagian dari ritual rutin yang bersifat hura-hura, maka sangat disayangkan karena masih banyak moment yang bisa dijadikan sarana untuk hura-hura. Memang benar kalau kita mau introspeksi diri tidak harus menunggu akhir tahun, setiap haripun seharusnya kita introspeksi diri. Akan tetapi, suatu pergantian tahun akan lebih jelas maknanya jika diisi dengan evaluasi dan introspeksi dibandingkan hanya hura-hura saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, apa relevansinya pesta malam tahun baru dengan pergantian tahun? Pertanyaan ini muncul bukan berarti saya anti pesta tahun baru. Kalau sekadar mencari suasana happy, acara tahuan baruan memang bisa menimbulkan suasana happy, meriah ramai. Tapi, saya  hanya sedang mencari jawaban, apa hubungannya pergantian tahun dengan pesta malam tahun baru? Jawaban atas pertanyaan ini cukup penting juga, karena ada saja sebagian masyarakat yang memaksakan diri untuk terlibat aktif dalam kemeriahan tahun baru. Jika jawabannya adalah &#8220;untuk senang-senang&#8221; maka selesailah sudah pencarian jawaban atas pertanyaan tersebut, karena jika sudah bicara urusan &#8220;senang-senang&#8221; maka semua hal seolah menjadi sah-saha saja.  Tapi, apakah jawaban tersebut benar-benar menjawab hal yang substansial?</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan saya tersebut mungkin berkesan &#8220;konyol&#8221;. Lagi-lagi masalah relevansi antara pesta tahun baru dengan pergantian tahun masih menjadi pertanyaan besar bagi saya. Seandainya masyarakat tidur normal pada saat detik pergantian tahun, tanpa pesta, tanpa terompet, apakah pergantian tahun akan batal? Apakah tahun 2009 tidak jadi hadir jika malam tahun baru tidak perayaan dan tidak ada penghitungan mundur?</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau misalnya semua orang di seluruh dunia merayakan malam tahun baru, apakah berarti bahwa  pada tahun baru yang akan datang semua masalah di tahun yang lama akan teratasi? Atau jangan-jangan saya yang konyol dengan pertanyaan yang mengada-ada&#8230;!</p>
<p style="text-align:justify;">Intinya, ketika kita melakukan (baca: merayakan) sesuatu, haruslah jelas manfaat dan relevansinya&#8230;! itu aja kok.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=377&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/31/perayaan-tahun-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto Bugil Sarah dan Rahmah Azhari</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/25/foto-bugil-sarah-dan-rahmah-azhari/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/25/foto-bugil-sarah-dan-rahmah-azhari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 01:32:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Pekan belakangan ini dunia maya diramaikan kembali dengan berita &#8220;heboh&#8221; penampilan terbaru dari foto yang konon katanya sosok &#8220;Sarah dan Rahmah Azhari&#8221;. Permasalahan sedikit bergeser ketika Roy Suryo berkomentar bahwa foto tersebut asli, dan tentu saja, pendapat Roy ini membuat berang pihak Rahmah dan Sarah. Demikian berangnya hingga keluarga Azhari tersebut berniat memenjarakan Roy Suryo. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=372&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pekan belakangan ini dunia maya diramaikan kembali dengan berita &#8220;heboh&#8221; penampilan terbaru dari foto yang konon katanya sosok &#8220;Sarah dan Rahmah Azhari&#8221;. Permasalahan sedikit bergeser ketika Roy Suryo berkomentar bahwa foto tersebut asli, dan tentu saja, pendapat Roy ini membuat berang pihak Rahmah dan Sarah. Demikian berangnya hingga keluarga Azhari tersebut berniat <a href="http://www.detikhot.com/read/2008/12/24/180901/1059229/230/rahma-azhari-ancam-penjarakan-roy-suryo">memenjarakan Roy Suryo</a>. Anehnya Rahmah pun mengakui bahwa <a href="http://www.detikhot.com/read/2008/12/24/172514/1059200/230/rahma-azhari-foto-itu-benar-asli">foto tersebut memang asli</a>. <span id="more-372"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas dari asli atau tidaknya foto tersebut dan apapun niat pihak yang meng-upload-nya ke duania maya, banyak kalimat yang bisa terucap dari peristiwa ini. Entah telah berapa selebriti kita, termasuk yang terhormat anggota DPR  yang mengalami hal sama dalam hal pemuatan foto atau film &#8220;pribadi&#8221;. Saya hanya berandai-andai, seandainya foto-foto tersebut adalah benar berisi tubuh para selebriti kita, pertanyaannya adalah kenapa sih ada orang yang senang dipotret telanjang? Jika ada laki-laki yang senang melihat gambar telanjang (gambar manusia tentunya), mungkin kita masih menganggap wajar karena bisa saja gambar itu sebagai perangsang bagi gairah sexualnya. Tetapi apa sih enaknya dipotret telanjang? Apakah manusia zaman sekarang lebih memiliki  sifat exhibitionism? senang memamerkan tubuhnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Kamar mandi, tempat tidur, kegiatan ML adalah tempat-tempat dan suasana yang sangat dijaga privasinya. seseorang yang ingin ML (di Indonesia lhoo..!) pasti memilih tempat tersembunyi. Yang suami isteri ML di kamar tidur rumahnya, bagi yang selingkuh mencari tempat khusus bergantung pada isi kantong dan kadar kerahasiaannya. Bagi yang duitnya banyak akan memilih check in di hotel berbintang, bagi yang tidak punya duit, cukup di bawah terangnya bintang sebuah taman tapi tetap tersembunyi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di satu sisi, kamera apapun bentuknya entah bernama Handy cam, tustel, kamera saku dll adalah salah satu media untuk penyebaran informasi. Dengan foto atau film, informasi yang kita sampaikan akan semakin berbobot. Ketika perang Irak terjadi, suasana mencekam sangat terasa saat kita menyaksikan pertempuran langsung lewat video dalam suatu tayangan berita, hal ini berbeda jika kita hanya mendengar suara pembawa berita saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Dua hal tadi, yaitu kamar mandi atau kamar hotel dan kamera adalah dua hal yang bertolak belakang. Yang satu (kamar mandi, tempat tidur, kamar hotel) merupakan tempat pribadi yang harus dijaga kerahasiaannya, sedangkan yang satunya lagi (kamera) merupakan sarana publikasi yang justru hasil jepretannya ditujukan untuk dilihat. Ketika suatu peristiwa terekam oleh kamera, maka seketika itu pula hilanglah yang namanya privasi meskipun sipemilik kamera menghendaki demikian. Karena setelah adegan masuk dalam rekaman kamera, setiap orang dapat melihat isi kamera tersebut. Video atau produk Kamera atau produk foto hanyalah benda mati yang tidak dapat memilih dan menentukan siapa-siapa yang boleh melihat &#8220;dirinya&#8221;. Setiap orang yang kebetulan dekat dengan produk video atau foto dapat dengan leluasa melihatnya tanpa harus diketahui motivasinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, jika ingin selamat, kenapa harus memotret diri di kamar mandi? jika ingin aman kenapa harus memvideokan diri saat ML di hotel? Jika inginnya rahasia kenapa harus membuka peluang terjadinya publikasi? apakah kita takut lupa akan bentuk tubuh sendiri sehingga harus kita abadikan dalam bentuk foto?</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=372&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/25/foto-bugil-sarah-dan-rahmah-azhari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/15/uu-pornografi/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/15/uu-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 16:52:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=365</guid>
		<description><![CDATA[ Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya UU tentang Pornografi telah disahkan.
silakan klik di bawah ini:
uu-44-tahun-20082
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=365&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> Setelah ditunggu-tunggu, akhirnya UU tentang Pornografi telah disahkan.<span id="more-365"></span></p>
<p>silakan klik di bawah ini:</p>
<p><a href="http://ismailmarzuki.files.wordpress.com/2008/12/uu-44-tahun-20082.pdf">uu-44-tahun-20082</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/365/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/365/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/365/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&blog=4886295&post=365&subd=ismailmarzuki&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/12/15/uu-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>