<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ismail Marzuki</title>
	<atom:link href="http://ismailmarzuki.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com</link>
	<description>Buka Mata, Buka Telinga, Buka Hati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jan 2012 02:47:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ismailmarzuki.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6f3a19c27449bb27df0be30d3c569e21?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ismail Marzuki</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ismailmarzuki.wordpress.com/osd.xml" title="Ismail Marzuki" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ismailmarzuki.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kamu lagi Galau Yaaa..???</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/20/kamu-lagi-galau-yaaa/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/20/kamu-lagi-galau-yaaa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Dec 2011 07:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zikrullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=590</guid>
		<description><![CDATA[Kamu lagi Galau Yaaa..??? Pernah dengar GEGANA?  Untuk menjadi anggota GEGANA rasanya sangat sulit sekali. Butuh fisik yang kuat, mental baja dan kemauan keras untuk menjadi anggota gegana. Sekarang, syarat-syarat yang ngejelimet tidak dibutuhkan, karena kapan saja, dimana saja, siapa saja bisa menjadi anggota gegana. Loohhh, ko bisa yaa???? Kalau Gegana yang membutuhkan persyaratan ketat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=590&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu lagi Galau Yaaa..???</p>
<p>Pernah dengar GEGANA?  Untuk menjadi anggota GEGANA rasanya sangat sulit sekali. Butuh fisik yang kuat, mental baja dan kemauan keras untuk menjadi anggota gegana. Sekarang, syarat-syarat yang ngejelimet tidak dibutuhkan, karena kapan saja, dimana saja, siapa saja bisa menjadi anggota gegana. Loohhh, ko bisa yaa????<span id="more-590"></span></p>
<p>Kalau Gegana yang membutuhkan persyaratan ketat adalah pasukan gegana kebanggan milik kepolisian kita, yang salah satu keahliannya menjinakan bom. Tapi gegana yang sama sekali tidak butuh persyaratan usia, jenis kelamin dan tidak mengenal waktu adalah singakatan dari Gerakan Galau Nasional. Nah, istilah apalagi ini. Yang pasti istilah gegana yang satu ini tidak ada hubungannya dengan pasukan kepolisian. Istilah yang sekarang sedang populer ini tepatnya buat mereka yang sedang dilanda rasa galau. Bahkan bukan tidak mungkin singkatan ini juga muncul dari orang yang sedang galau.</p>
<p>Galau bisa menimpa siapa saja, tidak peduli dia laki-laki atau perempuan, masih single atau sudah menikah, pekerja atau pelajar. Yang membedakan adalah penyebab dari galau itu sendiri. Bagi laki-laki atau perempuan single, galau bisa muncul dari urusan cinta diantara mereka. Bagi yang sudah menikah, galau bisa terjadi karena urusan domestik diantara suami isteri.  Bagi pekerja, galau muncul karena beban kerja yang tidak mampu ditangani. Bagi pelajar dan mahasiswa, galau bisa karena urusan pelajaran juga bisa karena cinta.</p>
<p>Galau itu apaan sih?  Menepis rasa penasaran, saya buka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Disana disebutkan salah satu arti dari kata galau adalah “kacau tidak karuan (pikiran)”.</p>
<p>Jadi kalau suatu saat saya menemukan ada orang yang sedang galau, artinya orang itu sedang kacau pikirannya, kira-kira begitulah. Pikiran yang kacau bisa timbul dari berbagai sebab, juga bisa menimpa siapa saja.  Pikiran yang kacau utamanya dipengaruhi oleh hati yang sedang tidak menentu, hati yang sedang mondar mandir mencari posisi yang tepat.</p>
<p>Kenapa hati yang jadi “tersangka”?  Hati bisa jadi faktor penyebab kacaunya pikiran, penyebab kegalauan, karena hati bisa menggerakkan keinginan kita berbuat sesuatu. Jika hati baik, maka baik pula seluruh tubuh, jika hati rusak maka rusak seluruh tubuh.</p>
<p>Ketika kita menghadapi suatu kenyataan yang berbeda dengan yang kita harapkan, saat itu pula hati akan terpengaruh. Durasi keterpengaruhan hati ini bisa berbeda pada setiap orang, bisa lama, bisa juga sebentar. Seorang laki-laki yang berharap mendapat cinta dari seorang perempuan, akan terpengaruh hatinya ketika dia tahu bahwa perempuan itu biasa-biasa saja tanggapannya.  Ketika perasaan kangen demikian hebat melanda dirinya, kekecewaan akan muncul saat orang yang dirindukannya ternyata tidak rindu pada dirinya. Hati bisa galau karena setiap Sabtu dan Ahad tidak bisa bertemu atau berkomunikasi dengan orang yang diinginkannya. Lohh kenapa Sabtu dan Ahad saja?? Karena kebetulan pasangannya kerja satu kantor dan Sabtu Ahad kantornya libur.</p>
<p>Hati juga bisa menjadi galau ketika hubungan yang dirasakan sudah nyaman oleh satu pihak, akhirnya harus direkonstruksi kembali karena berbagai sebab.  Hati yang tidak nyaman, mempengaruhi pikiran sehingga pikiran menjadi kacau, galau.</p>
<p>Galau bisa menerpa setiap orang, perbedaanya hanya pada berapa lama rasa galau itu hinggap pada masing-masing orang. Galau yang hanya beberapa saat masih bisa dimaklumi, tetapi jika rasa galau sudah sedemikian kuat dan berlama-lama pada seseorang, maka galau itu bisa berbahaya karena banyak hal akan terbengkalai dan kehilangan perhatian.</p>
<p>Bagaimana mengatasi rasa galau?</p>
<p>Saya bukan ahli urusan galau menggalau, tetapi saya memiliki pemahaman sederhana tentang bagaimana mengatasi rasa galau.</p>
<ol>
<li>Mengetahui faktor atau penyebab timbulnya rasa galau</li>
</ol>
<p>Bagaikan seorang dokter, kita harus tahu terlebih dahulu penyebab sakit sebelum memberikan obat.</p>
<p>2. Yakinkan diri kita bahwa galau adalah kondisi pikiran yang kacau dan bukan solusi</p>
<p>Karena galau bukan solusi, maka setelah tahu penyebab galau, segera tinggalkan rasa galau. Yang paling penting   justru mencari solusi atas masalah yang kita hadapi. Berpikir dengan tenang tentang permasalahan yang muncul. Jika urusannya “hanya” tentang cinta, yakinlah bahwa cinta bukanlah segalanya dalam hidup ini, masih banyak hal yang membutuhkan perhatian kita.</p>
<p>3. Kembali kepada Pemilik Hati</p>
<p>Ya, hati kita ada pemiliknya yaitu Allah. Mengingat Allah selain kewajiban juga dapat menenteramkan hati. Dengan mengingat Allah berarti detik demi detik hati kita akan diisi dengan kebaikan dan ketenangan. Ketika sudah tenang, insya Allah jalan pikiran kita akan terarah dan tidak kacau lagi.</p>
<p>Jadi bagi siapa saja yang sedang galau, jangan pelihara kegalauan anda. Hilangkan galau itu segera karena masih banyak hal yang harus dikerjakan dengan pikiran lurus.</p>
<p>Wallahu a’lam bish showab</p>
<p>Manado, 16 Desember 2011</p>
<p>Ditulis dalam keadaan pikiran tenang, hati riang dan tidak galau. Kalau sedang galau, mana mungkin bisa menulis seperti ini.</p>
<p>Ismail Marzuki</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/590/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/590/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/590/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=590&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/20/kamu-lagi-galau-yaaa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau Kau Jantan, Nikahi Aku !!!</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/11/kalau-kau-jantan-nikahi-aku/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/11/kalau-kau-jantan-nikahi-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 08:57:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan-Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=587</guid>
		<description><![CDATA[Kalau Kau Jantan, Nikahi Aku !!! &#160; Sabtu malam kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan seorang teman. Seperti biasa layaknya sebuah resepsi pernikahan, ada tawa, canda, bahkan mungkin juga ada rasa haru.  Saya termasuk orang yang menerima semua rasa yang ada dalam suatu acara pernikahan seperti itu, saya tertawa, bercanda, juga ada haru. &#160; Menghadiri resepsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=587&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau Kau Jantan, Nikahi Aku !!!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sabtu malam kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan seorang teman. Seperti biasa layaknya sebuah resepsi pernikahan, ada tawa, canda, bahkan mungkin juga ada rasa haru.  Saya termasuk orang yang menerima semua rasa yang ada dalam suatu acara pernikahan seperti itu, saya tertawa, bercanda, juga ada haru.</p>
<p><span id="more-587"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menghadiri resepsi pernikahan bagi saya bagaikan membuka kembali catatan panjang tentang perjalanan hidup sepasang manusia yang pada akhirnya tiba pada suatu titik persamaan diantara pasangan tersebut, titik persamaan yang hanya bisa ditentukan oleh mereka yang menjalaninya. Titik persamaan yang mereka tentukan bukan tentang bertemunya banyak kesamaan atau seluruh kesamaan pada masing-masing pribadi pasangan, tetapi yang paling penting adalah titik persamaan ketika sepasang manusia telah sama-sama menemukan keberaniannya untuk hidup bersama dalam ikatan pernikahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menikah butuh keberanian, bukan karena pernikahan itu sesuatu yang menakutkan, tetapi justru karena pernikahan itu sesuatu yang menyenangkan maka dibutuhkan tekad yang kuat dan keberanian yang cukup untuk menikah. Kita tidak akan pernah bisa menggapai kesenangandalam pernikahan jika kita gagal membangun keberanian dalam diri kita. Setiap kita memiliki watak kepribadian yang berbeda. Dibutuhkan keberanian untuk menyelaraskan watak, kesukaan dan kebiasaan masing-masing pasangan agar kesenangan pernikahan dapat diraih.  Dibutuhkan keberanian untuk siap tertatih-tatih dalam awal-awal pernikahan ketika dua hati yang berbeda harus bersama-sama hidup dalam satu nafas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kembali pada suasana resepsi pernikahan malam kemarin,  ketika saya melihat pengantin pria menerima ucapan dan jabat tangan para tamu undangan.  Walau tidak pernah terucap, jabatan tangan para tamu seakan-akan mewakili sebuah ucapan ringan tapi penuh arti, “selamat, mulai hari ini anda telah sempurna memasuki gerbang tanggung jawab sebagai seorang laki-laki”!!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya, menurut saya, pernikahan adalah sebuah tanggung jawab tertinggi bagi seorang laki-laki dalam hidup. Menjadi suami adalah menjadi orang yang siap dan harus bertanggung jawab. Menjadi suami berarti siap menjadi seorang ayah dan menjadi seorang ayah adalah suatu tanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya tidak banyak mengetahui tentang psikologi perempuan, karena bidang  saya memang bukan psikologi. Saya hanya tahu bahwa perempuan dengan segala kelebihan dan kekurangannya butuh dicintai oleh laki-laki yang dicintainya.</p>
<p>Ketika bicara cinta kadang laki-laki terjebak oleh romantisme cinta yang dipertontonkan dalam film-film bertema cinta. Cinta yang demikian, biasanya tidak terlepas dari bunga mawar, kecupan di kening, bisikan “i love you” atau tambahan berlian sekali-sekali (kalau yang terakhir ini, belum pernah saya lakukan) . Dulu, kata-kata cinta mungkin via surat, sekarang bisa lewat sms dan bbm. Dan anehnya, ada laki-laki yang cukup merasa puas dan bangga dengan bentuk cinta yang seperti ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan menebak-nebak (maaf karena saya tidak pernah melakukan penelitian) , saya yakin perempuan memang butuh cinta sebagaimana tayangan film romantis, tetapi ada makna cinta yang lebih dalam dibandingkan cinta yang hanya dipermukaan. Makna cinta yang terdalam dari seorang laki-laki kepada seorang perempuan hanya bisa diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perempuan butuh laki-laki yang bertanggung jawab, karena tanggung jawab adalah bagian dari cinta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang perempuan butuh tangan suami yang bisa menjadi  tangan pertama yang membantunya disaat sang perempuan membutuhkan uluran tangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang perempuan butuh telinga suami yang bisa menjadi telinga pertama yang mendengar  semua cerita yang keluar dari mulut sang perempuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang perempuan butuh mulut suami yang akan menjadi mulut pertama yang menasihatinya, menegurnya jika sang perempuan keliru jalan, bukan hanya mengucap kata-kata cinta pemanis bibir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang perempuan butuh hati suami yang akan menjadi hati pertama yang bisa memahami keinginan sang perempuan ketika mulut tak lagi mampu berucap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang perempuan butuh kaki suami sebagai kaki pertama yang menemaninya menyusuri jalan berliku kehidupan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seorang perempuan butuh empati suami yang akan menjadi orang pertama yang berempati kepadanya ketika semua orang mungkin tidak memperhatikan sang perempuan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ya, seorang perempuan butuh semua itu dari suaminya. Jika suami gagal memberikan itu semua, bahaya mengancam rumah tangga, karena di luar banyak laki-laki yang siap mengulurkan tangan, memberikan telinga dan mulut, kaki, hati dan empati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua keinginan perempuan itu hanya dapat diperoleh dari laki-laki yang memberikan cinta yang didalamnya berisi tanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi teman-temanku perempuan yang belum menikah, satu hal yang harus diingat adalah tidak sulit mencari laki-laki yang bisa mengucapkan kata-kata cinta setiap detik, tidak sulit mencari laki-laki yang bersedia mengirimkan bunga setiap malam, tetapi carilah laki-laki yang siap bertanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi seorang perempuan, ukuran mencari calon suami hanya dua yaitu ahlak dan agamanya. Jika dua syarat itu sudah ada, maka ajaklah dia menikah.  Jika laki-laki itu masih mengulur-ulur waktu, perlu dipertanyakan “kelelakiannya” .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tantanglah laki-laki itu, “Kalau Kau Jantan, Nikahi Aku !!!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buat temanku yang menikah tgl 10 Desember 2011 kemarin, doa kami sekeluarga buat kamu dan suami “BAAROKALLAAHU LAKA, WA BAAROKA ‘ALAIKA  WA JAMA’A BAYNAKUMAA FII KHOIR” (semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu saat senang, semoga Allah memberikan keberkahan padamu saat kesusahan, dan semoga Allah mengumpulkan kalian dalam kebaikan)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wallahu a’lam bish showab</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bekasi, 11 Desember 2011</p>
<p>Menjelang waktu Ashar</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/587/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=587&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/11/kalau-kau-jantan-nikahi-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan, Kamu memang hebat&#8230;.!!!!</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/09/perempuan-kamu-memang-hebat/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/09/perempuan-kamu-memang-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Dec 2011 01:27:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan-Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=584</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan, Kamu memang hebat&#8230;.!!!! Jam menunjukkan pukul 3 pagi ketika alarm di HP berbunyi. Buat saya bunyi alarm jam 3 pagi tidak ada bedanya dengan teriakan komandan pasukan di telinga, keras dan ganas. Ada reaksi yang berbeda ketika sang alarm berbunyi, reaksi saya secepat kilat menekan tombol off lalu berusaha tarik selimut lagi, sedangkan perempuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=584&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan, Kamu memang hebat&#8230;.!!!!</p>
<p>Jam menunjukkan pukul 3 pagi ketika alarm di HP berbunyi. Buat saya bunyi alarm jam 3 pagi tidak ada bedanya dengan teriakan komandan pasukan di telinga, keras dan ganas. Ada reaksi yang berbeda ketika sang alarm berbunyi, reaksi saya secepat kilat menekan tombol off lalu berusaha tarik selimut lagi, sedangkan perempuan yang tidur disebelah saya, siapa lagi kalau bukan isteri saya, dengan segera bangun dari mimpi indahnya. Peristiwa itu biasa terjadi senin dan kamis dinihari, diluar hari-hari itu jam bangun pagi agak molor sedikit, sekitar jam 4 atau 4.30.</p>
<p><span id="more-584"></span></p>
<p>Tulisan ini bukan tentang apa yang biasa kami lakukan di rumah. Sama sekali tidak ada keinginan buat mempublikasikan urusan internal rumah tangga ke area publik. Saya hanya sedang merenungkan kembali  tentang perempuan, mencoba mengenal lebih jauh perempuan, bukan hanya apa yang tampak di permukaan.</p>
<p>Saya tidak mau berdebat tentang peran perempuan dalam rumah tangga, dalam kehidupan sosial dan dalam urusan mencari nafkah. Saya hanya sedang terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan perempuan di muka bumi ini.</p>
<p>Seorang perempuan sudah terbiasa bangun lebih awal dibandingkan pasangannya, bekerja lebih awal di rumah, mencuci piring, cuci pakaian, setrika, menyiapkan sarapan pagi, masak, membersihkan rumah dan macam-macam urusan rumah tangga lainnya. Meskipun ada pembantu rumah tangga, karena namanya juga “pembantu” maka jangan heran jika nyonya rumah tidak akan diam berpangku tangan dalam urusan internal rumah tangga.</p>
<p>Urusan beres-beres rumah belum lagi tuntas, perempuan (baca: ibu) sudah harus siap-siap menjadi guru di rumah. Ya, apalagi saat musim UAS seperti sekarang ini, ternyata peran perempuan di rumah bukan hanya urusan dapur, sumur, kasur, tapi masuk juga ke ranah pendidikan.  Jangan aneh jika jam-jam <em>prime time</em> kita akan sulit berkomunikasi dengan si ibu, karena dia sedang sibuk menjadi guru bagi anak-anaknya yang mau UAS esok harinya.</p>
<p>Bagaimana dengan perempuan yang rangkap jabatan ? disatu sisi sebagai isteri, disisi lain memiliki aktivitas luar rumah yang juga ketat, entah sebagai karyawati, profesional, atau mungkin juga masih ada yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.  Bisa jadi, (saya gunakan istilah “bisa jadi” karena memang tidak pernah melakukan penelitian), perempuan yang bekerjapun tetap menjalankan aktivitas kerumahtanggaannya, setidaknya mengurus anak-anaknya, karena urusan anak adalah urusan naluri.</p>
<p>Dan hebatnya, seorang perempuan melakukan semua pekerjaan itu tanpa mengikuti kursus terlebih dahulu. Tidak ada yang namanya akademi ibu rumah tangga, atau kursus menjadi isteri. Semua dilakukan <em>learning by doing</em>.</p>
<p>Disaat perempuan sibuk dengan urusan domestik, kemanakah para laki-laki ???  Kalau secara fisik, laki-laki atau suami memang jasadnya hadir di rumah, tubuhnya tidak jauh dengan perempuan yang sedang sibuk berbenah, jaraknya mungkin hanya berbeda beberapa meter.  Hanya saja, kedekatan fisik tersebut ternyata tidak banyak bisa membantu aktivitas kerumahtanggaan perempuan. Sebagian ada yang masih terbenam dibalik selimut, ada juga yang pagi-pagi mulai sibuk silaturahmi elektronik dengan blekberi di tangan (entah apa urgensinya pagi-pagi buta sudah saling bertegur sapa  via blekberi). Seorang laki-laki akan berargumentasi bahwa tugasnya adalah di kantor, mencari nafkah keluarga dan lain sebagainya. Dengan argumentasi itu seorang laki-laki sudah merasa cukup untuk membebaskan dirinya dari urusan rumah tangga. Di sisi lain, seorang perempuan yang kebetulan juga berstatus karyawati di kantor, seakan tidak punya alasan untuk menolak pekerjaan urusan rumah tangga. Seakan kelelahannya diluar rumah, kelelahan di kantor, kelelahan di kampus (bagi yang kuliah lagi), tidak dianggap sama sekali.</p>
<p>Adakah rasa malu diri kita laki-laki ketika mengemukakan argumentasi yang semata-mata hanya ingin menghindari tugas membantu isteri di rumah? Bukankah laki-laki itu selalu dianggap mahkluk yang kuat sedangkan perempuan sudah terlanjur dianggap sebagai mahluk lemah? Kenapa laki-laki tidak menunjukkan “kekuatannya” di rumah dengan cara membantu tugas isteri? Bukankah akan lebih baik jika julukan sebagai mahluk kuat itu diwujudkan dengan cara yang positif, membantu tugas rumah tangga isteri ?</p>
<p>Maaf, lagi-lagi saya tidak mau berdebat tentang peranan perempuan. Jangan bawa saya ke perdebatan bahwa kewajiban laki-laki itu mencari nafkah dan kewajiban perempuan itu mengurus rumah tangga.  Saya hanya ingin mengungkapkan dari sisi lain tentang seorang perempuan, tidak bicara tentang hak dan kewajiban, tidak juga bicara tentang peranannya.</p>
<p>Jika suatu saat saya diminta bertukar peran, dengan tegas saya katakan rasanya tidak akan mampu. Kalau di kantor jam kerja sudah sangat jelas, pagi sampai sore. Kadang lembur, tapi tidak setiap hari. Bahkan sesibuk apapun, di kantor masih sempat pesbukan, bbm-an, ketawa-ketiwi, window shopping. Tapi bagaimana dengan isteri? Jam kerja isteri itu nyaris 24 Jam !!!!!</p>
<p>Jika seorang profesional di Jakarta bergaji sekitar Rp 50 juta perbulan untuk pekerjaan yang hanya 12 jam misalnya, berapakah “gaji” yang layak buat seorang perempuan, isteri, ibu, dalam mengurus rumah tangga? Padahal tanggung jawab seorang perempuan di rumah demikian besar, karena perempuan tersebut bukan hanya sekadar menyuapi anak, membantu mengerjakan PR anak, atau menyiapkan anak mengikuti UAS. Tanggung jawab terbesar bagi perempuan adalah ketika dia mengurus rumah tangganya, ketika dia membesarkan anaknya, maka saat itulah seorang perempuan sedang mempersiapkan sebuah generasi untuk masa depan.  Terlalu rendah rasanya gaji Rp 50 juta perbulan untuk sosok manusia yang dari tangannya diharapkan muncul generasi terbaik bagi manusia.</p>
<p>Di tangan perempuanlah masa depan anak-anak kita dipersiapkan.  Karena perempuan (baca: ibu) adalah madrasah terbaik bagi putera-puterinya.</p>
<p>Bagaimana dengan kita laki-laki, masihkah kita akan berpangku tangan membiarkan tangan-tangan mungil perempuan di rumah kita bekerja sendirian disaat kita (laki-laki) sedang tidak sibuk dan tidak lelah?</p>
<p>Perempuan, kamu memang hebat.!!! Semoga Allah menerima setiap tetes keringatmu dan membalasmu dengan balasan berlipat ganda, semoga setiap tarikan nafasmu di rumah saat berjuang mempersiapkan generasi ini dicatat sebagai amal ibadah, aamiin.</p>
<p>Tulisan singkat dan tidak berbobot ini, teruntuk semua perempuan yang dengan ikhlas memberikan waktunya untuk mempersiapkan generasi terbaik bangsa.</p>
<p>Wallahu a’lam bish showab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bekasi, 9 Desember 2011</p>
<p>Ismail Marzuki</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=584&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/09/perempuan-kamu-memang-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Cinta, Cerita Kehidupan, Cerita Kita Semua</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/07/cerita-cinta-cerita-kehidupan-cerita-kita-semua/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/07/cerita-cinta-cerita-kehidupan-cerita-kita-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 04:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yang Ringan-Ringan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Cinta, satu kata yang bisa memiliki beragam arti. Cinta bisa berarti tawa, kesenangan dan kesejukan. Pada saat yang sama bagi orang lain, cinta bisa berarti kepedihan bagai sembilu tajam yang menyayat relung-relung terdalam dari hati manusia. Satu kesamaan dari wujud cinta yang dialami setiap orang adalah cinta itu berupa air mata, air mata bahagia atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=580&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta, satu kata yang bisa memiliki beragam arti. Cinta bisa berarti tawa, kesenangan dan kesejukan. Pada saat yang sama bagi orang lain, cinta bisa berarti kepedihan bagai sembilu tajam yang menyayat relung-relung terdalam dari hati manusia.</p>
<p><span id="more-580"></span></p>
<p>Satu kesamaan dari wujud cinta yang dialami setiap orang adalah cinta itu berupa air mata, air mata bahagia atau air mata duka.</p>
<p>Cinta asmara bisa hadir menyelusup hati setiap kita, setiap saat, setiap waktu bahkan tanpa kita sendiri tahu kenapa cinta itu datang. Cinta kadang hanya sekadar lewat bagai busway yang tidak pernah mau berlama-lama menunggu penumpang, cinta kadang bagai angkot pinggir kota yang setia berlama-lama menunggu calon penumpang, bahkan ada cinta yang menetap kuat yang tak lekang oleh waktu, tak luntur oleh hujan setia bertahan berpuluh tahun lamanya, menghujam jauh ke bagian terdalam hati kita.</p>
<p>Ketika cinta (asmara) datang, cinta datang dengan membawa harapan, cita-cita dan bayangan keindahan. Harapan, cita-cita dan bayangan keindahan inilah yang kadang membuat diri kita lupa bahwa harapan dan keinginan memang milik kita, tetapi hasil akhir bukan hak kita yang menentukan.</p>
<p>Dalam satu waktu mungkin kita demikian hebatnya mencintai seseorang, meyakini bahwa dia akan mampu menjawab semua impian cinta kita, meyakini bahwa dengannya kita akan bahagia, meyakini bahwa cinta yang hadir adalah jawaban atas semua keinginan terdalam dari batin kita.</p>
<p>Ketika kita jatuh cinta, kadang kita lupa bahwa bukan kita yang menguasai takdir. Kadang kita lupa bahwa cinta itu bagian dari kehidupan yang tidak terlepas dari hak mutlak Allah untuk menentukan takdir atas cinta kita kepada sesama manusia. Kita bisa bercita-cita membangun istana cinta yang megah dan abadi, tapi kita juga harus ingat, yang namanya cita-cita bukanlah kenyataan yang pasti bisa kita wujudkan karena kepastian itu hanyalah milik Allah. Kita hanya bisa berusaha membangun apa yang kita inginkan, hak multak Allah-lah yang membuat cita-cita cinta kita terwujud atau tidak.</p>
<p>Satu hal yang juga harus kita sadari, ketika kita gagal mewujudkan impian cinta kita dengan seseorang, bukan berarti hidup ini berakhir, karena mungkin saja Allah sedang mempersiapkan pasangan hidup lain yang lebih cocok buat kita.</p>
<p>Sahabat, cinta itu membutuhkan rumah. Kehidupan adalah rumah bagi cinta. Jangan meminta kehidupan ini berhenti hanya karena tidak kuat menerima kenyataan bahwa kita gagal dalam meraih impian cinta. Jangan juga berusaha untuk mengakhiri hidup ini hanya karena kita tidak mencapai pelabuhan akhir cinta kita bersama orang yang kita inginkan. Percayalah, dalam kehidupan ini, masih banyak cinta, karena kehdupan adalah rumah bagi cinta.</p>
<p>Sabar adalah kata terbaik bagi kita. Hari ini mungkin belum saatnya, mungkin esok saatnya buat kita. Mungkin kita bukan gagal meraih impian cinta, tapi hanya tertunda, hanya masalah waktu. Ketika hari ini belum berhasil, bisa jadi esok kita berhasil meraih cinta dengan orang yang kita harapkan saat ini atau bahkan dengan orang lain.</p>
<p>Jangan juga menyesali waktu yang telah berlalu meninggalkan kita, karena penyesalan hanya akan menghambat gerak langkah kita.</p>
<p>Hadapilah kenyataan dengan senyum, walau mungkin kenyataan itu pahit.</p>
<p>wallahu a&#8217;lam bish showab</p>
<p>note: tulisan singkat, buat sahabatku yang sedang jatuh cinta (yang tdk sedang jatuh cinta, boleh baca juga ko..!!)</p>
<p>Yogyakarta, 4 Desember 2011<br />
Ba&#8217;da Subuh</p>
<p>Ismail Marzuki<br />
always smile&#8230;&#8230;!!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/580/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=580&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/12/07/cerita-cinta-cerita-kehidupan-cerita-kita-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan kita terakhir menangis?</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/13/kapan-kita-terakhir-menangis/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/13/kapan-kita-terakhir-menangis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2011 08:35:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zikrullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[Kapan kita terakhir menangis? Ada saat dimana kita menangis karena kehilangan seseorang yang kita cintai, seseorang yang sudah sangat dekat kehidupannya dengan kehidupan kita. Kita mungkin pernah menangis ketika ayah atau ibu kita wafat, atau ketika putera-puteri kita tercinta meninggal dunia terlebih dahulu, atau tatkala isteri atau suami kita mendahului kita dipanggil yang Mahakuasa. Menangis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=575&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapan kita terakhir menangis?</p>
<p>Ada saat dimana kita menangis karena kehilangan seseorang yang kita cintai, seseorang yang sudah sangat dekat kehidupannya dengan kehidupan kita. Kita mungkin pernah menangis ketika ayah atau ibu kita wafat, atau ketika putera-puteri kita tercinta meninggal dunia terlebih dahulu, atau tatkala isteri atau suami kita mendahului kita dipanggil yang Mahakuasa.</p>
<p><span id="more-575"></span></p>
<p>Menangis karena kehilangan sesuatu yang kita sayangi dan kita cintai sudah sering kita lakukan, secara sadar maupun tidak sadar. Bahkan tidak jarang terjadi kita menangis karena kehilangan harta kita.</p>
<p>Pernahkah kita menangis justru ketika kita membayangkan diri kita sendiri yang terbujur kaku tanpa nyawa, tanpa nafas pergi mendahului orang-orang yang kita cintai untuk menghadap Allah?</p>
<p>Ada dua tangisan yang mengiringi seseorang tatkala ia membayangkan kematian yang akan menghampirinya. Tangisan yang pertama mengiringi adalah tangisan untuk dirinya sendiri, yang membayangkan betapa sedikitnya bekal yang ia bawa untuk tempat tinggal abadinya di akhirat nanti.</p>
<p>Tangisan yang didasari oleh pengakuan jujur diri sendiri bahwa masih terlalu sedikit investasi amal di dunia yang dapat dinikmati diakhirat nanti, masih terlalu banyak dosa-dosa yang melekat erat di tubuhnya laksana kotoran yang makin lama semakin menebal karena taubat yang sering di tunda-tunda. Dosa kecil, dosa sedang maupun dosa besar yang sering diremehkan tidak terasa telah melekat bagai karat yang sulit dibuang karena selama ini dengan mudahnya mempermainkan taubat, menganggap bahwa kapanpun bisa mengatur waktu taubat, padahal saat kematian datang kematian itu tidak pernah menunggu waktu bagi seseorang untuk bertaubat. Kematian bisa datang kapan saja, dimana saja, kepada siapa saja.</p>
<p>Tangisan kedua yang mengiringi seseorang tatkala ia membayangkan kematiannya sendiri adalah tangisan yang dilandasi cinta, cinta kepada keluarga, cinta kepada isteri atau suami, cinta kepada anak-anaknya, juga cinta kepada teman-temannya. Tangisan dan air mata meleleh ketika membayangkan isteri atau suami dan anak-anak nya akan hidup sendirian tanpa dirinya, isteri akan hidup tanpa suami, suami akan hidup tanpa isterinya, anak-anak akan hidup tanpa orang tuanya. Terbayang, betapa masih sedikitnya cinta yang diberikannya kepada keluarga, betapa sedikitnya bekal ilmu yang ditanamkan kepada keluarganya, betapa sedikitnya ketakwaan yang diajarkan kepada keluarganya, dan betapa sedikitnya harta yang dapat ditinggalkan buat masa depan kelaurganya.</p>
<p>Sebuah tangisan hanyalah menjadi tangisan biasa yang tidak berarti apa-apa tanpa adanya usaha sungguh-sungguh untuk mengubah yang buruk menjadi baik.</p>
<p>Tangisan pertama hanya akan berguna ketika detik ini juga kita bertaubat atas segala dosa yang telah kita perbuat, dosa kecil, dosa sedang,apalagi dosa besar. Bertaubat dengan kesungguhan untuk mengakui semua kesalahan, meninggalkan kesalahan itu, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi. Tangisan pertama, harus ditindaklanjuti dengan memperbanyak investasi amal ibadah kita dengan amalan yang ikhlas dan benar.</p>
<p>Tangisan kedua akan bermakna bila kita mewujudkan cinta kita kepada keluarga tidak hanya dengan kata-kata, teai dengan langkah nyata. Sudah selayaknya kita bertanya kepada diri sendiri sudah sejauh mana kita mempersiapkan keluarga kita dengan bekal yang cukup? Apakah bekal yang cukup itu hanya berupa harta saja?</p>
<p>Sebaik-baik bekal buat diri kita dan keluarga kita adalah bekal takwa. Bukan tidak mungkin selama ini kita sibuk dengan urusan kita sendiri sehingga kita lupa membekali keluarga kita dengan ketakwaan. Bekal takwa menempati urutan pertama karena ketika pada saatnya kita wafat kelak, doa anak-anak kita yang shaleh yang akan menemani kita nanti.</p>
<p>Ternyata menangis, bukan hanya milik orang yang ditinggal mati, tetapi bisa menimpa orang yang membayangkan kematian. Membayangkan kematian tiba bukan dengan membayangkan bagaimana cara kita mati, tetapi yang paling penting adalah dalam keadaan bagaimana kita akan mati, khusnul khotimah atau su’ul khotimah?</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam” [QS. 3:102]</p>
<p>Wallahu a’lam bish showab</p>
<p>17 Dzulhijjah 1432 / 13 November 2011</p>
<p>Beberapa saat menjelang waktu Ashar tiba</p>
<p>Ismail Marzuki</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/575/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/575/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/575/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=575&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/13/kapan-kita-terakhir-menangis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>11-11-11</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/11/11-11-11/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/11/11-11-11/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2011 16:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zikrullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang &#8220;istimewa&#8221; pada hari ini, Jumat 11 November 2011. Meskipun hari Jumat itu sendiri merupakan hari yang istimewa, namun pada Jumat ini keistimewaan itu justru terletak pada tanggalnya, dengan call sign 11-11-11. Di Jakarta saja, menurut berita ada sekitar 1.000 pasang calon pengantin yang akan menikah di 11-11-11, belum termasuk yang di daerah lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=572&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang &#8220;istimewa&#8221; pada hari ini, Jumat 11 November 2011. Meskipun hari Jumat itu sendiri merupakan hari yang istimewa, namun pada Jumat ini keistimewaan itu justru terletak pada tanggalnya, dengan call sign 11-11-11.</p>
<p><span id="more-572"></span></p>
<p>Di Jakarta saja, menurut berita ada sekitar 1.000 pasang calon pengantin yang akan menikah di 11-11-11, belum termasuk yang di daerah lain di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Pertemuan-pertemuan komunitas termasuk reuni memilih 11-11-11 sebagai hari H, mungkin dengan harapan mudah diingat dan bisa menjadi momen bersejarah.</p>
<p>Lalu bagaimana kita menyikapi 11-11-11 tersebut?</p>
<p>11-11-11 hanyalah sebuah sebutan, yang bagi sebagian orang mungkin memiliki arti khusus. Justru yang menarik dari 11-11-11 adalah &#8220;kemampuan&#8221; dari 11-11-11 itu sendiri yang menyadarkan manusia bahwa ada dimensi waktu dalam kehidupan kita, dimensi yang mungkin selama ini sering dilupakan. Kita hanya mengingat pentingnya waktu ketika akan berangkat kerja, bergegas menuju tempat kerja, berpacu dengan waktu agar bisa tiba tepat waktu. Bahkan hari ini pun saya sangat &#8220;bergantung&#8221; pada waktu ketika menuju bandara Sam Ratulangi. Sering kali waktu bagi kita hanya berguna ketika kita berbicara urusan duniawi.</p>
<p>11-11-11 hanyalah susunan angka yang menunjukkan suatu tanggal. Tanggal, waktu, masa hanya akan bermanfaat ketika kita mampu menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk suatu tujuan, suatu tempat yang kita semua akan mendatanginya, akhirat. Kita tidak boleh mengabaikan urusan duniawi dengan alasan akhirat, karena akhirat yang akan kita raih ditentukan dari saat kita di dunia. Akan tetapi kita juga tidak boleh hanya mengutamakan duniawi karema tujuan akhir kita adalah akhirat.</p>
<p>11-11-11 bisa kita jadikan sarana introspeksi diri, meskipun introspeksi itu tidak harus hanya hari ini.</p>
<p>&#8220;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran&#8221; [QS 103: 1-3]</p>
<p>Semoga kita semua dapat memanfaatkan waktu dengan baik untuk bekal akhirat, dan bukan dimanfaatkan oleh waktu hanya untuk urusan duniawi.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bish showab</p>
<p>Bunaken, Garuda Lounge, Bandara Samratulangi</p>
<p>Jumat, 11-11-11</p>
<p>14.49 WITA</p>
<p>Ismail Marzuki</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/572/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/572/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/572/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=572&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/11/11-11-11/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takut Jadi Haji</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/08/takut-jadi-haji/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/08/takut-jadi-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 12:29:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zikrullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=569</guid>
		<description><![CDATA[Idul Adha 1432 Hijriah atau yang biasa disebut lebaran haji baru saja berlalu. Ada sedikit cerita berkaitan dengan kewajiban ibadah haji, bukan tentang aktivitas ibadahnya tetapi cerita tentang alasan-alasan yang pernah saya dengar dari teman bicara ketika saya mulai “mempromosikan” haji. Biasanya, ketika obrolan sudah menyerempet pada urusan agama, saya langsung bicara tentang haji. Ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=569&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Idul Adha 1432 Hijriah atau yang biasa disebut lebaran haji baru saja berlalu. Ada sedikit cerita berkaitan dengan kewajiban ibadah haji, bukan tentang aktivitas ibadahnya tetapi cerita tentang alasan-alasan yang pernah saya dengar dari teman bicara ketika saya mulai “mempromosikan” haji.</p>
<p><span id="more-569"></span></p>
<p>Biasanya, ketika obrolan sudah menyerempet pada urusan agama, saya langsung bicara tentang haji. Ada yang antusias, ada juga yang langsung mengeluarkan jurus menghindar dengan berbagai alasan. Nah, di bawah ini beberapa alasan yang membuat seseorang enggan ibadah haji.</p>
<ol>
<li>Belum cukup ilmu</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Bagaimana mau jadi haji, bacaan qur’an saya masih blepotan, doa-doa banyak yang belum hafal, tata cara sholat dan wudhu masih kacau</em>”&#8230; demikian kiria-kira alasan yang disampaikan sang teman yang intinya merasa ilmunya masih belum cukup untuk jadi haji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Benarkah alasan tersebut?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada dasarnya kewajiban untuk bisa beribadah dengan benar tidak hanya ketika akan berhaji, tetapi harus sejak awal memahami cara ibadah kita. Seorang muslim berkewajiban untuk memiliki ilmu agama terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadahnya sehari-hari.  Bagaimana mungkin bisa sholat dengan benar jika kita tidak pernah mau belajar sholat.  Ukuran kedalaman pemahaman beribadah bagi seorang awam, tidak harus sama dengan seorang ustadz atau ulama. Jadi, untuk mampu beribadah wudhu, sholat, puasa untuk kebutuhan sendiri, tidak memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya. Jika memang berniat bisa ibadah sholat dengan baik misalnya, cukup sediakan waktu satu atau beberapa hari untuk pelatihan. Berbeda dengan ustadz atau ulama, seorang ustadz memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menggali ilmu karena dengan ilmunya dia akan mengajarkan umat.</p>
<p>Tentang doa-doa ibadah haji sebenarnya tidak banyak doa khusus yang harus dihafal atau diamalkan selama haji. Kadang jamaah haji terpaku oleh buku panduan yang diberikan oleh Kementrian Agama mengenai doa-doa seperti doa putaran pertama tawaf dan seterusnya, padahal tidak ada tuntunan dari Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengenai keharusan membaca doa tertentu pada setiap putaran tawaf.</p>
<p>Kesimpulannya, untuk beribadah haji tidak disyaratkan harus memiliki ilmu setaraf ustadz.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Belum cukup dana</li>
</ol>
<p>“Saya <em>sih </em>sebenarnya niat untuk ibadah haji, tapi tidak sekarang, karena dananya belum cukup, masih buat renovasi rumah dulu”.</p>
<p>“saya sudah niat pergi haji, tapi rasanya <em>ngga</em> akan sanggup&#8230;.biayanya mahal. Yang penting niat”</p>
<p>Dua dialog di atas adalah contoh alasan yang berkaitan dengan dana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Teman, kalau kita mau jujur menghitung-hitung, manusia mana yang tidak pernah butuh uang? Orang kaya, apalagi orang miskin, selalu butuh uang dengan skala masing-masing. Orang miskin butuh uang untuk makan sehari-hari, dalam arti yang sebenarnya. Orang kaya butuh uang untuk memenuhi gaya hidupnya, sekaligus untuk mempertahankan kekayaannya. Jadi, kalau yang dijadikan ukuran adalah kebutuhan hidup, maka nyaris semua orang akan mendahulukan urusan duniawinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Haji, diwajibkan satu kali seumur hidup. Niat ibadah haji sangat penting, tetapi niat yang benar bukanhanya niat yang terucap dibibir. Niat pergi haji yang benar adalah berniat di hati dan berusaha mewujudkan niat tersebut. Jika anda lapar dan berniat makan, maka niat anda harus diwujudkan dengan cara memasak, atau menyuruh pembantu membuat mie instan atau beli di warteg. Begitu juga dengan haji, jika anda niat pergi haji, niat itu harus diwujudkan dengan cara menabung sedikit demi sedikit agar niat anda terwujud. Apalagi sekarang pemerintah menggunakan system tabungan haji, sehingga setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk pergi haji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kesimpulan, niat untuk pergi haji harus diwujudkan dengan cara menyisihkan dana untuk tabungan haji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Belum siap mental</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya belum siap dipanggil Pak Haji atau Bu Hajjah&#8230;.”</p>
<p>Ada juga teman saya tidak tenang dengan predikat haji, karena kebiasaan di daerahnya yang namanya Pak Haji harus bisa mimpin doa, tahlilan dsb.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebutan Pak Haji atau Bu Hajjah sebenarnya cuma ada di Indonesia atau mungkin juga Malaysia. Di negara-negara lain, apalagi di Saudi Arabia tidak ada gelar haji bagi mereka yang pernah beribadah haji. Gelar haji tersebut kadang bisa membuat seseorang merasa lebih baik dari orang lain, sehingga tidak aneh kalau dibeberapa tempat seorang haji identik dengan pemimpin doa dalam acara kendurian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalau masalahnya hanya karena tidak nyaman dengan sebutan haji, sebaiknya minta kepada teman atau saudara agar tetap memanggil dengan nama asli tanpa embel-embel haji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Belum dipanggil</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalimat “belum dipanggil” sering saya dengar ketika berbicara tentang haji. Entah apa yang dimaksud dengan “belum dipanggil”.</p>
<p>Sepanjang pengetahuan saya yang awam ini, terhitung sejak seseorang mengikrarkan diri sebagai muslim, maka saat itulah dia “dipanggil” untuk melaksanakan semua ibadah yang diperintahkan Allah.  Sholat, puasa, zakat, juga haji sudah diwajibkan jauh sebelum kita dilahirkan orang tua kita. Hanya saja khusus haji memang ada syarat khusus yaitu jika mampu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Takut sanksi/balasan</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Entah bagi jamaah haji negara lain. Jamaah haji dari Indonesia sering membawa cerita-cerita “alam lain” sepulangnya dari tanah suci. Misal, ketika ada salah satu jamaah yang hilang di Mekkah, lalu dikait-kaitkan dengan kebiasan buruknya di tanah air. Cerita-cerita yang begini yang membuat takut calon jamaah.  Orang yang selama hidupnya sering berbuat maksiat jadi takut pergi haji karena takut mendapat balasan kontan di tanah suci.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua cerita-cerita itu, meskipun mungkin pernah terjadi di tanah suci, tidak ada kaitannya dengan kejadian di tanah air. Bukankah di tanah suci hadir semua jenis lapisan masyarakat? Ada yang “mantan koruptor” (atau mungkin masih hoby korupsi), ada yang masih hoby maksiat, tetapi kita tidak pernah mendengar ada berita tentang seorang koruptor tanah air yang terbuka aibnya di tanah suci.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalau menurut ustadz yang pernah saya tanya, beliau bilang itu hanya mitos. Saya setuju dengan jawaban ustadz tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li>Belum siap meninggalkan kebiasaan lama</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ada juga yang enggan pergi haji karena merasa belum mampu meninggalkan kebiasaan lama yang buruk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal yang namanya kebiasaan buruk, termasuk maksiat, bukan hanya dilarang bagi seorang haji tapi juga buat seluruh manusia.  Jadi tidak ada perbedaan tentang larangan bagi yang haji atau bukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alasan-alasan di atas mungkin hanya sebagian dari berbagai alasan yang membuat orang takut pergi haji. Jika alasan-alasan di atas bisa di atasi tentunya tidak ada alasan lagi bagi kita menunda waktu untuk beribadah haji.</p>
<p>Atau mungkin masih ada alasan lain?</p>
<p>Wallahu a’lam bish showab</p>
<p>12 Dzulhijjah 1432 H &#8211; 8 November 2011 M</p>
<p>Ismail Marzuki</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/569/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/569/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/569/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=569&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/08/takut-jadi-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmati saja milik kita, biarkan orang lain menikmati miliknya</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/05/nikmati-saja-milik-kita-biarkan-orang-lain-menikmati-miliknya/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/05/nikmati-saja-milik-kita-biarkan-orang-lain-menikmati-miliknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2011 10:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rekreasi Jiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=565</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum Saudaraku, Suatu ketika kita pasti akan bertemu dengan seseorang yang memiliki sesuatu lebih dari kita. Orang yang kita temui, bisa saja dia lebih tampan atau lebih cantik dari diri kita, lebih kaya harta dibandingkan kita, lebih popular dari kita, lebih pandai dari kita, lebih menarik dibandingkan kita, suaminya atau isterinya lebih keren dibandingkan kita, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=565&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu’alaikum</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Suatu ketika kita pasti akan bertemu dengan seseorang yang memiliki sesuatu lebih dari kita. Orang yang kita temui, bisa saja dia lebih tampan atau lebih cantik dari diri kita, lebih kaya harta dibandingkan kita, lebih popular dari kita, lebih pandai dari kita, lebih menarik dibandingkan kita, suaminya atau isterinya lebih keren dibandingkan kita, dan banyak lagi kelebihan yang dimiliki orang lain dibandingkan apa yang kita miliki.</p>
<p><span id="more-565"></span></p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Ketika mata kepala kita melihat kelebihan yang dimiliki orang lain, mungkin mata kepala kita hanya terbelalak kagum dan takjub. Tapi bagaimana dengan “mata hati” kita ketika menyaksikan orang lain memiliki kelebihan daripada kita?</p>
<p>Ketika mata kepala hanya memancarkan kekaguman dan rasa takjub, bukan tidak mungkin “mata hati” kita mengeluarkan cahaya dengki dan iri atas kelebihan orang lain. Sangat sulit bagi seseroang terhindari dari sikap dengki dan iri.</p>
<p>Dengki atas hasad adalah suatu keadaan dimana seseorang membenci kelebihan atau kenikmatan yang dimiliki orang lain, dan dirinya akan berbahagia ketika orang lain tersebut kehilangan kenikmatannya. Seorang yang dengki akan merasa sakit hatinya melihat orang lain memiliki keunggulan-keunggulan, dia membenci kenikmatan yang diterima orang lain, terutama kenikmatan duniawi.</p>
<p>Seorang pendengki tidak merasa perlu agar kenikmatan atau kebahagiaan orang yang sukses beralih ke diri si pendengki, tetapi cukuplah bagi si pendengki agar`seseorang itu kehilangan kenikmatannya. Kebagahagiaan bagi si pendengki tiba, ketika orang lain yang sukses tersebut kehilangan kenikmatannya, kehilangan kesuksesaannya, kehilangan miliknya.</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Kenapa kita harus sibuk menghitung-hitung kenikmatan yang Allah berikan kepada orang lain? Kita sibuk menghitung milik orang lain dan membandingkannya dengan milik kita sendiri yang berujung pada rasa tidak puas terhadap apa yangkita miliki.</p>
<p>Kenapa kita tidak menyibukkan diri menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, agar selanjutnya kita bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada kita?</p>
<p>Sekali saja kita mulai menyibukkan diri menghitung nikmat Allah kepada orang lain, maka perlahan dan tanpa kita sadari pintu dengki terbuka.</p>
<p>Saudaraku ingatlah,</p>
<p>Sikap dengki hanya dimiliki oleh orang yang merasa kalah. Orang yang merasa dirinya sukses dan memiliki sesuatu tidak akan pernah merasa dengki.</p>
<p>Saudaraku,</p>
<p>Marilah kita nikmati saja milik kita, biarkan orang lain menikmati miliknya, karena bukan tidak mungkin dimata orang lain ternyata kita memiliki kelebihan dibandingkan orang lain tersebut. Raihalah sesuatu itu sebanyak mungkin tanpa dilandasi rasa dengki, dan gunakan kenikmatan yang telah kita terima hanya untuk bersyukur kepada Allah.</p>
<p>Semoga Allah selalu melindungi diri kita agar terhindar dari sifat dengki.</p>
<p>Wallahu a’lam bish-showab</p>
<p>Wassalamu’alaikum</p>
<p>9 Dzulhijjah 1432 Hijriah / 5 November 2011 M</p>
<p>Ismail Marzuki</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/565/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/565/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/565/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=565&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2011/11/05/nikmati-saja-milik-kita-biarkan-orang-lain-menikmati-miliknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAHUN BARU 1432 HIJRIAH  “MENIMBANG AMAL…MENGGAPAI TAQWA..!”</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2010/12/07/tahun-baru-1432-hijriah-%e2%80%9cmenimbang-amal%e2%80%a6menggapai-taqwa-%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2010/12/07/tahun-baru-1432-hijriah-%e2%80%9cmenimbang-amal%e2%80%a6menggapai-taqwa-%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Dec 2010 03:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zikrullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=561</guid>
		<description><![CDATA[Pergantian tahun dalam setiap tahun selalu disikapi dengan berbagai macam sikap. Tidak jarang manusia bergembira dalam menyambut pergantian tahun karena didalamnya terkandung harapan-harapan baru yang mungkin belum terpenuhi pada tahun yang lalu. Kegembiraan tersebut terutama dapat kita saksikan pada pergantian tahun masehi. Seringkali kita menyaksikan kegembiraan “tanpa alasan” dari sebagian ummat Islam dalam menyambut tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=561&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pergantian tahun dalam setiap tahun selalu disikapi dengan berbagai macam sikap. Tidak jarang manusia bergembira dalam menyambut pergantian tahun karena didalamnya terkandung harapan-harapan baru yang mungkin belum terpenuhi pada tahun yang lalu. Kegembiraan tersebut terutama dapat kita saksikan pada pergantian tahun masehi. <span id="more-561"></span>Seringkali kita menyaksikan kegembiraan “tanpa alasan” dari sebagian ummat Islam dalam menyambut tahun baru masehi. Pergantian tahun pada dasarnya merupakan proses perjalanan waktu dari mulai hitungan awal saat penetapan tahun dimulai hingga saat ini dan Insya Allah menuju tahun-tahun yang akan datang. Demikian pentingnya proses perjalanan waktu sehingga dalam masyarakat Barat dikenal ungkapan “<em>Time is Money</em>”. Bagi kita ummat Islam, masalah waktu lebih dari sekadar uang, bahkan tidak dapat dinilai dengan uang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al-‘Ashr (1-3):<em> “Demi masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam Surat Al Ashr tersebut Allah bersumpah, “demi masa”. Hal ini menunjukkan begitu pentingnya persoalan waktu (masa) sehingga waktu menjadi bagian dari sumpah Allah. Dalam Islam, waktu tidak hanya sekadar menunjukkan usia seseorang tetapi waktu menjadi bagian penting dalam beribadah kepada Allah. Hampir semua ibadah dalam Islam menggunakan penetapan waktu dalam pelaksanaannya. Shalat fardhu misalnya, ada ketentuan-ketentuan waktu pelaksananaannya sehingga tanpa adanya uzur syar’i tidak diperkenankan bagi kita shalat subuh pada pukul 07 pagi. Demikian juga dengan shaum, haji dan sebagainya semuanya dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan: <em>“Allah bersumpah dengan masa, yang merupakan waktu manusia mengerjakan perbuatan yang akan mendapatkan balasan. Allah sebagai Zat Yang Maha Bijaksana, yang menciptakan masa, manusia, serta amal mereka, menjadikan amal manusia terbagi menjadi dua macam: baik dan buruk. Terhadap amal tersebut, Dia tak akan memperlakukannya secara sama. Allah akan membalas orang sesuai dengan amal perbuatannya, baik (untung) maupun buruk (rugi).(Sumpah Allah: Tafsir Qur’an pilihan/Ibn Qayyim al-Jauziyah; penerjemah, Fauzi Bahreisy; penyunting, Tim Cendikia. – Cet. 1 – Jakarta: Cendikia, 2002)</em></p>
<p>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Waktu Yang Telah Berlalu Tidak Akan Pernah Kembali Lagi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saudaraku, perjalanan waktu adalah “perjalanan sekali jalan”. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi menghampiri kita sehingga apabila dalam suatu waktu kita gagal memanfaatkan waktu dengan baik dan benar maka kerugianlah yang kita alami. Dalam memasuki tahun baru hijriah ini selayaknyalah kita menimbang-nimbang amal perbuatan kita dalam tahun-tahun yang telah lalu. Kita patut bertanya pada diri sendiri, sejauh mana kita telah memanfaatkan waktu di jalan Allah? Berapa perbandingan antara peman-faatan waktu untuk dunia dibandingkan dengan untuk tujuan akhirat?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Marilah kita sama-sama intropeksi diri dan secara jujur menimbang amalan kita masing-masing. Sebagai alat bantu, dapat digunakan daftar pertanyaan sebagaimana contoh di bawah ini untuk mengukur amalan kita:</p>
<p>a.    Apakah dalam tahun lalu saya sudah mendirikan Shalat Fardhu sesuai yang diperintahkan Allah dan Rasulullah?</p>
<p>b.    Berapa kali saya hadir di masjid pada tahun lalu? Apakah kehadiran saya di masjid sebanding dengan kehadiran saya ke kantor/tempat kerja?</p>
<p>c.    Berapa lembar Al-Quran saya baca setiap hari? Sudah sebandingkah jumlah lembar Al-Quran dengan jumlah lembar surat kabar/koran yang saya baca?</p>
<p>d.    Berapa kali saya hadir di majelis-majelis ilmu pada tahun lalu? Apakah kehadiran saya di majelis ilmu sudah sebanding dengan kehadiran saya di tempat-tempat selain majelis ilmu?</p>
<p>e.     Berapa rupiah sudah saya keluarkan untuk zakat, infaq dan shodaqoh (ZIS) tahun lalu? Sudah sesuaikan jumlah ZIS saya dengan ketetapan Allah? Apakah ZIS yang telah saya keluarkan sebanding dengan belanja hiburan saya dalam satu tahun?</p>
<p>f.      Apakah saya pernah menyakiti tetangga pada tahun lalu? Seberapa besar tetangga menerima manfaat dari saya dibandingkan sakit hati tetangga kepada saya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saudaraku, daftar pertanyaan di atas hanyalah contoh kecil dari sekian banyak hal dalam diri kita pada tahun-tahun lalu. Tentunya masing-masing pribadi dapat mengembangkan daftar pertanyaan sesuai dengan tuntutan kesadaran diri masing-masing. Apabila dari daftar pertanyaan meng-hasilkan nilai negatif, maka sudah saatnya kita segera memperbaiki diri, kita bertobat kepada Allah selagi masih diberi kesempatan hidup oleh Allah. Kita segera meminta maaf kepada orang sekeliling kita yang telah kita sakiti hatinya, mumpung nyawa masih dikandung badan. Ingatlah akan satu hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam: <em>“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tetap menerima taubat hamba-Nya selama roh belum sampai tenggorokan (hampir mati)”</em>. [HR. Tirmidzi].</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan melakukan intropeksi diri sendiri, menimbang amalan-amalan diri sendiri secara jujur, maka kita sudah memiliki bekal untuk memperbaiki kekurangan kita. Apabila pada tahun-tahun lalu kita banyak meninggalkan perintah Allah, maka tahun ini kita harus memperbaikinya dengan cara melaksanakan seluruh perintah-perintahNya. Apabila pada tahun-tahun lalu kita banyak melakukan perbuatan yang dilarang Allah, maka kita harus memperbaikinya dengan cara meninggalkan seluruh perbuatan yang dilarangan Allah. Dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan Allah maka insya Allah kita semua akan menjadi orang-orang yang bertaqwa. Wallahu a’lam.</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>____________</em></p>
<p><em>Ismail Marzuki / Muharam 1432 H</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/561/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/561/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/561/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=561&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2010/12/07/tahun-baru-1432-hijriah-%e2%80%9cmenimbang-amal%e2%80%a6menggapai-taqwa-%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Berbuka Puasa</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2010/08/09/puasa/</link>
		<comments>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2010/08/09/puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 10:52:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ismail Marzuki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zikrullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=552</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=552&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ismailmarzuki.files.wordpress.com/2010/08/doa-buka.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-550" title="doa buka" src="http://ismailmarzuki.files.wordpress.com/2010/08/doa-buka.png?w=468" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ismailmarzuki.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ismailmarzuki.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ismailmarzuki.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ismailmarzuki.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ismailmarzuki.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ismailmarzuki.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ismailmarzuki.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ismailmarzuki.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ismailmarzuki.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ismailmarzuki.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ismailmarzuki.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ismailmarzuki.wordpress.com/552/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ismailmarzuki.wordpress.com/552/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ismailmarzuki.wordpress.com/552/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ismailmarzuki.wordpress.com&amp;blog=4886295&amp;post=552&amp;subd=ismailmarzuki&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2010/08/09/puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e558b9466e1404077ae5db91e8ddd9e9?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Marzuki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ismailmarzuki.files.wordpress.com/2010/08/doa-buka.png" medium="image">
			<media:title type="html">doa buka</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
