<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Ramadhan dan Idul Fitri, Mencari Kemenangan Hakiki (sebuah renungan di bulan Syawal)</title>
	<atom:link href="http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/10/03/ramadhan-dan-idul-fitri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/10/03/ramadhan-dan-idul-fitri/</link>
	<description>Buka Mata, Buka Telinga, Buka Hati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2009 02:08:22 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Nancy Nugraeni</title>
		<link>http://ismailmarzuki.wordpress.com/2008/10/03/ramadhan-dan-idul-fitri/#comment-3</link>
		<dc:creator>Nancy Nugraeni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 09:41:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ismailmarzuki.wordpress.com/?p=171#comment-3</guid>
		<description>hihihi, comment ah,

Di belanda, walaupun disini idul fitri dikenal juga sebagai &quot;suiker fest&quot; (sugar festive atau festival manis/gula karena orang turki dan marroco yang migran ke belanda membawa tradisi memasak kue kue manis setiap lebaran), idul fitri berjalan selayaknya hari biasa dan tanpa keramaian sama sekali :). Padahal selayaknya yang namanya festival, walaupun di negara yang cinta ketenangan seperti belanda, festival berarti keramaian. Mungkin jumlah muslim terlalu sedikit sehingga keramaian di hari idul fitri sama sekali tidak terlihat. Sekolah tetap sekolah, kerja tetap kerja, dan tidak ada suara takbir sama sekali terdengar, walaupun sayup sayup, sehingga anak2 muslim Indonesia yang kangen suara takbir streaming sendiri dari internet.

Setuju keramaian yang terlalu ramai, memang mengganggu lingkungan, tetapi lebaran yang terlalu sepi jg gimanaaaaaa gitu, ;)

======
&lt;em&gt;Nancy, apa kabar? pasti kangen sama ketupat &amp; rendang padang yaa? Bicara soal keramaian di hari lebaran, memang benar bahwa lebaran itu &quot;harus&quot; ramai, kan namanya juga pesta kemenangan. Namun, jangan sampai keramaian tersebut menghapuskan kerih payah kita di bulan Ramadhan. Toh, kalau kita benar-benar mau bertakbir (supaya ga sepiii...)kita bisa datang ke masjid beramani-ramai, ajak seluruh keluarga ke masjid di malam takbiran ...&amp; jangan lupa bawa ketupat dan opor ayam. Kalau cape takbir, makan ketupat dulu, terus takbir lagi. kalau takbirnya model gitu, Insya Allah ga ada yang kebut-kebutan, ga ada yang teriak-teriak pakai TOA sampai jam 3 pagi (buat apa teriak-teriak yaa..kan semua orang ngumpul di masjid..he..he..he). Oke Nancy, thx atas comment-nya yang sangat bangus, selamat Idul Fitri, Taqobballallahu minna wa minkum..

Thx
&lt;strong&gt;Ismail Marzuki&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hihihi, comment ah,</p>
<p>Di belanda, walaupun disini idul fitri dikenal juga sebagai &#8220;suiker fest&#8221; (sugar festive atau festival manis/gula karena orang turki dan marroco yang migran ke belanda membawa tradisi memasak kue kue manis setiap lebaran), idul fitri berjalan selayaknya hari biasa dan tanpa keramaian sama sekali <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Padahal selayaknya yang namanya festival, walaupun di negara yang cinta ketenangan seperti belanda, festival berarti keramaian. Mungkin jumlah muslim terlalu sedikit sehingga keramaian di hari idul fitri sama sekali tidak terlihat. Sekolah tetap sekolah, kerja tetap kerja, dan tidak ada suara takbir sama sekali terdengar, walaupun sayup sayup, sehingga anak2 muslim Indonesia yang kangen suara takbir streaming sendiri dari internet.</p>
<p>Setuju keramaian yang terlalu ramai, memang mengganggu lingkungan, tetapi lebaran yang terlalu sepi jg gimanaaaaaa gitu, <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>======<br />
<em>Nancy, apa kabar? pasti kangen sama ketupat &amp; rendang padang yaa? Bicara soal keramaian di hari lebaran, memang benar bahwa lebaran itu &#8220;harus&#8221; ramai, kan namanya juga pesta kemenangan. Namun, jangan sampai keramaian tersebut menghapuskan kerih payah kita di bulan Ramadhan. Toh, kalau kita benar-benar mau bertakbir (supaya ga sepiii&#8230;)kita bisa datang ke masjid beramani-ramai, ajak seluruh keluarga ke masjid di malam takbiran &#8230;&amp; jangan lupa bawa ketupat dan opor ayam. Kalau cape takbir, makan ketupat dulu, terus takbir lagi. kalau takbirnya model gitu, Insya Allah ga ada yang kebut-kebutan, ga ada yang teriak-teriak pakai TOA sampai jam 3 pagi (buat apa teriak-teriak yaa..kan semua orang ngumpul di masjid..he..he..he). Oke Nancy, thx atas comment-nya yang sangat bangus, selamat Idul Fitri, Taqobballallahu minna wa minkum..</p>
<p>Thx<br />
<strong>Ismail Marzuki</strong></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
